Wanda Hamidah sempat berangkat ke Mesir untuk mengikuti aksi Global March to Gaza. Namun langkah tersebut gagal terlaksana.
Sebelumnya keberangkatan Wanda untuk mendesak dunia internasional agar membuka akses misi kemanusiaan ke Gaza yang memuncak pada 15 Juni 2025. Di tahun ini, ia mengungkapkan niat untuk kembali ke Palestina dan akan bergabung dalam misi kemanusiaan lewat jalur laut.
"Insyaallah kembali ke Palestinanya bukan seperti kemarin ya, maksudnya saya akan kembali ke Palestina dalam Global Sumud Flotilla yang kemarin melalui laut yang sudah kita coba. Insyaallah bulan April nanti akan ada lagi menerobos pengepungan ilegal zionis Israel terhadap Palestina," kata Wanda Hamidah di Depok, Jawa Barat, Selasa (3/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wanda juga berharap semakin banyak anak muda, khususnya Gen Z, yang tergerak membantu perjuangan Palestina. Ia berharap perjalanan ini dapat mengingatkan kepada anak muda.
"Insyaallah mudah-mudahan nanti akan semakin banyak Gen Z yang terbuka hatinya untuk membantu perjuangan Palestina, warga masyarakat, dan semua negara yang hari ini sedang dijajah dan dibom dan dibunuh oleh imperialis Amerika dan zionis Israel," ungkapnya.
Baca juga: 14 Kontroversi Artis Bikin Heboh 2025 |
Terjun langsung ke wilayah konflik bukan tanpa rasa khawatir. Wanda mengaku tetap memiliki ketakutan, namun berusaha menyerahkan semuanya kepada Tuhan.
"Ketakutan itu pasti ada, tapi saya berdoa sama Allah supaya memberikan saya ketenangan. Doa saya adalah Allah memberikan kekuatan saat saya takut, supaya kita tidak terkonsumsi dengan ketakutan kita, karena tidak ada kemerdekaan tanpa perjuangan. Jadi kalau kita nggak berjuang ya kita nggak merdeka. Nggak ada yang bisa kita dapatkan tanpa perjuangan dan sebetulnya yang penting adalah proses, karena keberhasilan, kemerdekaan itu ada atas izin Allah," bebernya.
Bagi Wanda, hasil akhir bukan satu-satunya hal yang utama. Proses dan ikhtiar menjadi hal yang paling penting dalam perjuangannya.
"Kita tidak tahu bila kita akan merdeka, tapi proses itu menjadi penting buat saya, ikhtiar itu menjadi penting buat saya, dan semoga suatu hari dengan ikhtiar yang saya lakukan Allah itu rida. Karena Allah tidak mungkin rida sama kita kalau kita tidak melakukan ikhtiar, kita tidak mencoba, tidak melakukan percobaan-percobaan, perjuangan-perjuangan. Jadi, it doesn't matter hasilnya kita lulus atau tidak, menang atau tidak, merdeka atau tidak, yang hari ini yang diperhitungkan adalah satu langkah kecil kita dalam membela mereka yang rumahnya dijajah," ungkapnya.
Baca juga: Wanda Hamidah Lepas Rindu Mendalam ke Anak |
Terkait dukungan keluarga, Wanda menyebut kekhawatiran adalah hal yang wajar.
"Kalau ada kekhawatiran bukan berarti mereka nggak support, dan kalau mereka support bukan berarti mereka tidak khawatir," pungkasnya.
(fbr/mau)











































