Spotlight

Lala Bohang di Antara Dunia Seni Visual dan Industri Buku

Tia Agnes - detikHot
Selasa, 02 Nov 2021 17:52 WIB
Lala Bohang
Lala Bohang menerbitkan buku Waking Up for the First Time Foto: Courtesy Lala Bohang/ Rizki Nurlita Andi
Jakarta -

Lala Bohang sukses dikenal sebagai seorang penulis buku maupun seniman visual. Sepanjang kariernya, Lala Bohang sukses melahirkan karya di berbagai medium. Jika bisa memilih, mana yang akan dipilihnya?

Lala Bohang mengaku tidak bisa memilih salah satunya karena dua fungsi yang berbeda-beda.

"Menulis itu seperti merapikan pikiran dan susahnya itu ada setelah prosesnya. Trus nikmatnya sudah menyelesaikan naskah karena sudah menepati janji buat diri gue sendiri," kata Lala Bohang tentang aktivitas menulis yang dilakoninya.

Sementara aktivitas menggambar prosesnya itu menyenangkan sekali. Lala Bohang mengaku tidak pernah tersiksa maupun merasa sakit badannya karena menggambar.

"Sangat menyenangkan, meditatif, ada adiksinya banget. Menggambar itu kan seperti tangan lebih pintar daripada otak gue ya dan aktivitas itu seperti mengacak-ngacak bentuk visual," lanjutnya.

Lala Bohang Bersama Buku Waking Up for the First TimeLala Bohang Bersama Buku Waking Up for the First Time Foto: Courtesy Lala Bohang

Meski dua hal terasa kontras, namun menurut Lala aktivitas keduanya itu memberikan sesuatu yang membuat dirinya berpijak.

"Seakan ada pijakan, bisa saja hidup gue itu lagi capek dan kembali bisa ada di dua aktivitas ini. Mereka (menulis) akan selalu ada," sambung Lala Bohang.

"Seperti safe place," lanjutnya.

Sejak tahun 2009, Lala Bohang telah berpartisipasi di beberapa pameran kelompok di Indonesia dan mancanegara. Pada 2013, ia menggelar pameran tunggal Gendis di LIR Space Yogyakarta dan The Museum of Forbidden Feelings di Qubicle Center, Jakarta pada 2016.

Pada 2016, Lala Bohang mulai mempublikasikan seri buku The Book of Siblings yaitu The Book of Forbidden Feelings (2016), The Book of Invisible Questions (2017), dan The Book of Imaginary Beliefs (2019).

Di tahun 2020, bukunya yang berkolaborasi dengan penulis asal Belanda, Lara Nuberg berjudul The Journey of Belonging (2020) mendapatkan penghargaan Ranald MacDonald Award 2020.



Simak Video "Penjualan Presale Token Asix Banyak Diburu Sampe Server Down"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/wes)