Spotlight

Eksplorasi Iwan Effendi di Antara Wajah Melamun dan Teater Boneka

Tia Agnes - detikHot
Selasa, 12 Okt 2021 16:12 WIB
Pameran Tunggal Iwan Effendi Berjudul Daydreaming Face di RUCI Art Space, Blok M, Jakarta Selatan.
Iwan Effendi menggelar pameran tunggal 'Daydreaming Face' di RUCI Art Space Gallery hingga 14 November 2021 Foto: Tia Agnes/ detikHOT

Gambar Ketimbang Lukisan

Iwan Effendi menceritakan dia lebih senang menyebut karyanya sebagai gambar ketimbang lukisan. Gambar merupakan perilaku yang paling sederhana.

"Semua orang bisa menggambar tapi tidak semua orang bisa melukis. Aku menyebutnya sebagai gambar karena di satu sisi itu prilaku yang paling sederhana. Misalnya, guru berkata coba gambarkan gunung seperti apa, lebih enak diomong daripada coba lukiskan seperti apa," kata Iwan Effendi mencontohkan.

Seniman yang sebelumnya menggelar pameran tunggal berjudul Drawing withdrawing di Mizuma Gallery Singapura itu kembali menceritakan esensi dan makna dari 'gambar'.

Pameran Tunggal Iwan Effendi Berjudul Daydreaming Face di RUCI Art Space, Blok M, Jakarta Selatan.Pameran Tunggal Iwan Effendi Berjudul Daydreaming Face di RUCI Art Space, Blok M, Jakarta Selatan. Foto: Tia Agnes/ detikHOT

Gambar pula yang disebutnya sebagai pertemuan antara dunia ide dan nyata.

"Jadi yang pertama kali tercetus adalah gambar, mulanya Papermoon juga dari situ. Semua boneka, panggung pertunjukan juga dimulai dari gambar," tegasnya.



Simak Video "Melihat Proses Berkarya Seniman Gusmen Heriadi di Jogja Gallery"
[Gambas:Video 20detik]

(tia/dar)