Spotlight

Si Wajah Melamun ala Iwan Effendi

Tia Agnes - detikHot
Selasa, 12 Okt 2021 15:42 WIB
Pameran Tunggal Iwan Effendi Berjudul Daydreaming Face di RUCI Art Space, Blok M, Jakarta Selatan.
Iwan Effendi menggelar pameran tunggal Daydreaming Face di RUCI Art Space hingga 14 November 2021 Foto: Nesya Soediro/ RUCI Art Space
Jakarta -

Garis demi garis yang digoreskan oleh Iwan Effendi membentuk sebuah wajah anak kecil. Ekspresi kosong dengan mata bulatnya, tak ada senyum maupun raut sedih, wajah melamun itulah yang kini menjadi ciri khas dari perupa asal Yogyakarta, Iwan Effendi.

Di pameran tunggalnya kali ini yang bertajuk 'Day Dreaming Face' atau Wajah Melamun, Iwan Effendi menghadirkan berbagai rupa si wajah melamun dalam belasan gambar. Ada satu boneka yang dipajang di tengah galeri serta satu karya seni instalasi site-spesific yang dipersiapkan jelang pameran dibuka akhir pekan lalu.

Kali ini, spotlight culture detikcom bakal membahas mengenai proses kreatif si Wajah Melamun ala Iwan Effendi dan bagaimana teater boneka saling mempengaruhi kariernya sebagai seorang seniman.

Iwan Effendi juga dikenal sebagai tukang boneka di Papermoon Puppet Theatre. Selama 15 tahun belakangan, dia adalah sosok yang membuat semua boneka untuk pementasan dalam kelompok teater Papermoon yang didirikan bersama istrinya, Maria Tri Sulistyani.

Pameran Tunggal Iwan Effendi Berjudul Daydreaming Face di RUCI Art Space, Blok M, Jakarta Selatan.Pameran Tunggal Iwan Effendi Berjudul Daydreaming Face di RUCI Art Space, Blok M, Jakarta Selatan. Foto: Nesya Soediro/ RUCI Art Space

Di sela-sela pameran tunggalnya di RUCI Art Space, kawasan Little Tokyo, Blok M, Jakarta Selatan, Iwan Effendi menceritakan alasan si Wajah Melamun menjadi representasi dari karyanya.

"Karena dia (Wajah Melamun) yang paling efisien untuk mewakili banyak ekspresi dalam gerakan. Jadi kalau wajahnya terlalu ekspresif, misalnya adegan sedih tapi wajahnya senang kan itu nggak bisa. Orang sudah merekam wajah itu," tuturnya kepada detikcom, Senin (12/10/2021).

Iwan Effendi menyederhanakan Wajah Melamun sebagai bentuk ekspresi wajah kosong. "Jadi kayak orang melamun seperti apa sih, ya wajah kosong," jelasnya sembari tertawa.

Melalui Wajah Melamun itu, lanjut dia, orang-orang bebas untuk memiliki makna dan mengekspresikannya secara tak terbatas.

"Mereka bebas untuk memaknai kesedihan yang diwakili di atas panggung Papermoon Puppet Theatre," lanjutnya.

Pameran Tunggal Iwan Effendi Berjudul Daydreaming Face di RUCI Art Space, Blok M, Jakarta Selatan.Pameran Tunggal Iwan Effendi Berjudul Daydreaming Face di RUCI Art Space, Blok M, Jakarta Selatan. Foto: Nesya Soediro/ RUCI Art Space

Iwan Effendi dalam proses kreatifnya percaya pementasan boneka sebagai muara untuk menyampaikan banyak hal dan peristiwa sekaligus mempertemukan karya-karyanya secara langsung kepada audiens dalam satu semesta.

Boneka-boneka kosong ekspresi inilah yang lantas ia perkenalkan sebagai wajah-wajah melamun. Ketika lampu panggung dinyalakan, penonton menghentikan semestanya untuk menyaksikan fenomena boneka-boneka tanpa ekspresi dimainkan, sesungguhnyalah saat itu sebuah keterlibatan dan kepercayaan terbangun. Bahwa boneka-boneka itu hidup.

Bagaimana eksplorasi Iwan Effendi bersama Wajah Melamun? Simak artikel berikutnya ya.

[Gambas:Instagram]





Simak Video "Seniman Indonesia Terlibat di 'My Universe' Coldplay x BTS"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)