Spotlight

Gump n Hell Sindir Aparat yang Ringkus Peternak Bawa Poster

Tia Agnes - detikHot
Selasa, 14 Sep 2021 17:30 WIB
Komik Gump n Hell
Foto: @gumpnhell/ Instagram
Jakarta -

Peristiwa orang-orang yang membentangkan poster kritikan di pinggir jalan saat Jokowi sedang lewat di Blitar, Jawa Timur sampai diringkus aparat itu menjadi perhatian dari komikus Gump n Hell.

Errik Irwan Wibowo mengatakan gara-gara peristiwa tersebut ia membuat konten komik yang penuh kritikan. Dalam gambar beberapa slide, sejumlah karakter tampak membentangkan poster bertuliskan 'Bapa Presiden, Bantu Peternak Beli Jagung dengan Harga Wajar'.

Seorang aparat yang berada di samping poster pun melirik kepada mereka yang membentangkan poster namun diganti menjadi 'Bapa Presiden Naikkan Gaji Police!'.

Tapi karakter bernama Mad pun memegang balon berwarna merah dengan tulisan 'ga usah'. Aparatnya pun kembali cuek dan malah menggaruk punggungnya dengan pentungan.

Menurut Errik, gambarnya adalah kritikan atas sikap aparat kepolisian yang lebay dan overacting.

"Aparat kayak gini biasanya isinya cuma pengin naik pangkat, naik gaji. Penjilat atasan," katanya geram.

"Sama kayak dulu aparat pribumi menjilat tuan kolonialis sembari menindas dan menghisap rekan sebangsanya. Tentu tidak semua, tapi juga tidak sedikit aparat seperti ini," lanjutnya.

Ini bukan pertama kalinya Gump n Hell mengkritik kondisi sosial dan politik yang terjadi di Indonesia. Sebelumnya saat perayaan kemerdekaan Indonesia yang ke-76, ia juga mengunggah gambar Istana disertai bendera Merah Putih berada di atas bukit yang menjulang tinggi dan rakyat berada di bawah bersama baliho parpol.

Ada juga kritikan saat aparat BIN mengatakan ingin menyusup ke tubuh Taliban agar masyarakat tidak disesatkan.

Tidak Takut Di-bully Netizen

Karya komiknya yang penuh satir dan provokatif, diakui Errik tidak membuatnya takut dengan bully dari netizen. Bahkan ia juga mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk UU ITE.

[Gambas:Instagram]



"Artinya meskipun komiknya kesannya bercanda, remeh, tapi musti memikirkan juga konsekuensi atau kemungkinan-kemungkinan hukum. Misal dulu Roy Suryo (mantan Menpora) pernah mau melaporkan ke polisi terkait simbol 'palu arit' di komik," kata Errik.

Dia pun melanjutkan, "Yang terjadi malah Roy Suryo di-bully netizen karena nggak paham satir. Jadi kalau ada netizen persekusi atau bully komiknya di kolom komentar justru biasanya di-bully balik sama netizen lain."



Simak Video "Komik Strip 'Peanuts' Rilis Film Dokumenter Tentang Charlie Brown"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)