DetikHot

spotlight

Menggali Pandangan Jonathan Nolan Sosok di Balik 'Westworld'

Kamis, 17 Mei 2018 11:13 WIB  ·   Devy Octafiani - detikHOT
Menggali Pandangan Jonathan Nolan Sosok di Balik Westworld Foto: imdb.
Jakarta -

Secara sekilas, 'Westworld' dapat disimpulkan sebagai sebuah kisah tentang dunia koboi yang futuristik dipenuhi oleh robot yang mematuhi setiap keinginan para manusia yang menjadi pengunjungnya. Diadaptasi dari film aslinya yang disutradarai Michael Crichton di tahun 1973, serial ini bergerak dengan plot di mana kecerdasan buatan (artificial intellegence) dan robot adalah poros cerita.

Bagi Jonathan Nolan, ide 'Westworld' amat identik dengan keadaan masa kini ketika teknologi dan manusia berdampingan. Bersama JJ Abrams ('Star Wars: The Force Awakens'), film lama tersebut dinilai memiliki kesempatan untuk dikembangkan menjadi serial.

Nolan sendiri menganggap dari filmnya, masih tersisa pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab.

"Ada pandangan menarik dari film tersebut yang menyebut 'bagaimana jika ada tempat yang bisa anda kunjungi dan anda bisa bertindak sesuai keinginan tanpa ada seseorang yang melakukan penilaian?'. Di Westworld sendiri ada pakem 'apa yang terjadi di Westworld hanya akan tetap berada di sana', itulah yang kami coba eksplor lebih dalam," ujar Jonathan Nolan yang duduk sebagai produser eksekutif di serial ini.

Menggali Pandangan Jonathan Nolan Sosok di Balik 'Westworld'Foto: imdb.



Pandangan tersebut dianggap menarik. Nolan mencoba memusatkan kepada para robot yang perlahan merasa seperti manusia.

"Fungsi wahana ini adalah bahwa tuan rumah tidak ingat hal-hal yang dilakukan para tamu kepada mereka. Tetapi mereka melakukannya, pada tingkat bawah sadar. Mereka menjadi lebih baik dan lebih baik dalam menanggapi manusia bahkan meski mereka telah dirancang untuk melayani kita. Kesadaran akan muncul di tempat di mana Anda paling tidak menginginkannya, di tempat di mana manusia memamerkan perilaku terburuk mereka, dan beberapa perilaku terbaik mereka. Sekali lagi, ini bukan hanya fantasi gelap di sini. Anda dapat membawa anak-anak Anda ke Westworld dan pergi memancing, dan yakinlah bahwa mereka tidak akan diculik atau dianiaya oleh singa gunung. Ini untuk semua orang, seperti Las Vegas untuk semua orang. Kecuali untuk banyak orang, Vegas adalah fantasi gelap. Ada sudut pandang para robot yang disisipkan kecerdasan buatan untuk melihat dan bertanya-tanya apa yang dikatakannya tentang kita, para manusia," urai Nolan.

Teknologi yang melibatkan artificial intellegence kini semakin tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Lewat 'Westworld', adik kandung dari sutradara Christopher Nolan ini mencoba mengangkat fenomena tersebut.

"Saat ini kita berurusan dengan teknologi kecerdasan buatan yang ditujukan untuk membantu dan menjadikan kehidupan manusia dan dunia lebih baik. Dalam 'Westworld' kami melihat dari sisi lain. Mereka membuat kecerdasan buatan ini dalam bentuk robot yang tampil dan bergerak layaknya manusia. Teorinya, kalian yang menciptakan, kalian boleh saja menyakiti mereka, membunuh mereka bahkan menyiksa mereka dan hal itu tidak apa-apa karena mereka tidaklah sungguhan," kata Nolan.


(doc/doc)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed