DetikHot

spotlight

Lukisan Bolpoin ala Anis Kurniasih Bergaya Surealis dan Dekoratif

Selasa, 02 Jan 2018 18:11 WIB  ·   Tia Agnes - detikHOT
Lukisan Bolpoin ala Anis Kurniasih Bergaya Surealis dan Dekoratif Lukisan Bolpoin ala Anis Kurniasih Bergaya Surealis dan Dekoratif Foto: Tia Agnes/ detikHOT
Jakarta - Anis Kurniasih menjadi seniman pendatang baru dalam ranah seni rupa bolpoin. Lukisan karyanya kerap menampilkan simbol-simbol binatang bersifat 'surealis', namun ada juga yang menyebutkan lukisannya sebagai karya 'dekoratif'.

Meski begitu, perempuan kelahiran 29 Oktober 1994 itu tidak terlalu memikirkan jenis aliran melukis atau fokus pada satu medium saja. Dia masih ingin mengeksplorasi banyak hal.

"Saya menggambar apa yang saya suka dan ingin saya gambar, untuk gaya saya mengembalikan kepada penilaian apresiator saja," tutur Anis saat dihubungi detikHOT, Selasa (2/1/2017).



"Ada yang bilang surealis ya silakan, dekoratif juga silakan. Karena gambar saya cenderung ruwet ya monggo," lanjut Anis lagi yang mengaku suka dengan karya dari seniman asal Hong Kong bernama Wai Pong Yu.

Lukisan Bolpoin ala Anis Kurniasih Bergaya Surealis dan DekoratifLukisan Bolpoin ala Anis Kurniasih Bergaya Surealis dan Dekoratif Foto: Anis Kurniasih/ Instagram


Jika ditelisik dari timeline akun Instagram, memang terlihat obyek yang digambarkannya lebih menyerupai bentuk binatang. Namun, bukan 'binatang' seperti yang dilihat manusia pada umumnya. Bentuk yang dilukiskan Anis lebih kepada representasi diri manusia.



"Binatang yang saya buat biasanya dalam bentuk yang tidak lazim seperti rubah berkepala elang, kelinci bersayap burung. Jadi mereka dari jenis-jenis binatang yang berbeda menjadi satu makhluk. Seperti manusia pada dasarnya pola pikir dan cara hidupnya dibangun oleh berbagai perspektif, yang pada akhirnya membentuk satu entitas utuh," terangnya.

Di antara lukisan bolpoin yang dihasilkan Anis, ada satu karya yang disukai sekaligus tertantang membuatnya. Yakni karya berjudul 'Playground' dan berukuran 4 x 1,5 sentimeter.

Karya tersebut dibuat di kamar kosan yang berukuran 3 x 3 meter. "Jadi ruang menggambar saya 3 x 3 meter minus space untuk perabotan, alat lukisan, dan sebagainya. Total pengerjaan juga kurang lebih dua bulan. Walaupun prosesnya bisa digulung, saya benar-benar harus memanage ruang, waktu, dan emosi."



Setelah berhasil memenangkan 2017 UOB Painting of the Year, dalam waktu dekat Anis segera menggelar pameran tunggal. "Insya Allah Februari atau Maret 2018 akan ada pameran tunggal. Mohon doanya," pungkasnya.

[Gambas:Instagram]


(tia/tia)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed