Day 4 Nugrossinema, Pentingnya Meeting Promosi
Kamis, 17 Mar 2005 09:44 WIB
Jakarta - Di hari keempat my zone bareng Nugrossinema, detikhot ikutan rapat kecil antara Fajar sang sutradara dan Hasyim yang tanggung jawab publikasi. Di rapat ini mereka ngebahas strategi promosi "Jogja Needs A Hero". Karena hanya berdua, maka rapat kecil itu cukup digelar di rumah Fajar aja. Tapi sebelum pulang ke rumah, Fajar mampir dulu ke bengkel langganannya yang terletak di jalan Gejayan. Detikhot sempet ikut dan ngelihat gimana Fajar ngutak-atik mobilnya. Ternyata ia memang gemar ngutak-atik mobil. Bahkan beberapa waktu lalu Fajar pernah menjadi ketua sebuah klub mobil di Yogya lho.Acara ke bengkel nggak membutuhkan waktu yang lama, mobilnya cuma perlu di tune up supaya bensin tetap lancar. Setelah selesai, kami segera meluncur kearah rumah Fajar yang terletak di Baciro. Sekitar pukul 13:00 WIB kami sampai, ternyata Hasyim sudah nungguin.Tak mau membuang waktu, mereka segera mulai ngobrol tentang rencana publikasi yang akan mereka lakukan untuk film dokumenter terbaru mereka. Sambil sesekali ngemil, Fajar dan Hasyim tampak sibuk berpikir gimana supaya film dokumenter mereka bisa menarik minat masyarakat. "Kita harus nemuin format publikasi yang tepat untuk film dokumenter," kata Hasyim menjelaskan. Menurut cowok manis ini, bentuk publikasi untuk film dokumenter relatif lebih susah dibandingkan film cerita biasa. "dokumenter kan biasanya identik dengan 'membosankan', makanya kita pingin mengemasnya secara menarik," komentar Hasyim lagi.Setelah cukup lama berunding, akhirnya mereka memutuskan bentuk publikasi apa yang bakal mereka pakai untuk promosi film dokumenter mereka. Hampir sama seperti publikasi film-film lainnya, mereka akan membuat poster 'Jogja Needs A Hero' dan memasangnya di setiap sudut kota Yogya. Biar publikasinya makin luas, mereka juga akan berkerja sama dengan beberapa radio swasta Yogya. Selain itu, pada saat pemutaran perdana film 'Jogja Needs a Hero' nanti, Hasyim juga sudah menyiapkan kemasan acara yang menarik, "karena filmnya dokumenter, kita harus mengemas acara semanis mungkin, biar pada antusias dateng", kata Hasyim sambil tersenyum. Apa yang dimaksud dengan kemasan menarik tersebut? Hasyim belum bisa mengatakannya karena rencana tersebut belum sepenuhnya fix, "yang pasti acara nanti bukan cuma pemutaran film biasa, makanya dateng aja ke pemutarannya," tambah Hasyim lagi. Dalam forum yang cuma dihadiri dua orang itu, juga dibahas tentang pencarian sponsorship yang hingga kini masih belum tuntas. "Pokoknya kita bener-bener pingin yang terbaik lah," Fajar menimpali.Ngomong-ngomong soal film terbaru mereka yang telah memasuki proses editing, kini telah selesai 85 %. "Tinggal nyari gimana opening sama endingnya aja," kata Hasyim lagi. Rencananya film yang berisi dokumentasi kepanikan masyarakat Jogja karena ancaman badai Harvey sejak 4 - 11 Februari 2005 lalu ini akan diputar perdana pada pertengahan Maret nanti. Menurut Hasyim, mereka harus bekerja ekstra keras agar film mereka dapat selesai sesuai target. Pemutaran Jogja yang tadinya akan berlangsung tanggal 20 khawatirnya akan batal juga jika urusan sponsorship belum selesai. "Kami nggak mau mundur-mundur lagi, makanya harus berusaha keras," katanya sambil tertawa.Tak terasa jarum jam udah nunjukin pukul 15:00 wib, dan akhirnya rapat selesai juga. Oke deh my zone hari keempat sampai sini dulu ya, besok kita sambung lagi dengan ngeliat Nugrosinema kerja keras ngedit film terbaru mereka. Mau liat gimana asiknya proses editing? Tongkrongin my zone besok ya! (fta/)











































