Saat Jumbo, Na Willa, dan Nussa 'Hadir' di Dunia Nyata

Saat Jumbo, Na Willa, dan Nussa 'Hadir' di Dunia Nyata

Mauludi Rismoyo - detikHot
Rabu, 10 Jun 2026 21:36 WIB
jumbo
Saat Jumbo, Na Willa, dan Nussa 'Hadir' di Dunia Nyata. (Foto: ist)
Jakarta -

Apa jadinya jika karakter-karakter animasi dan cerita yang biasa kita saksikan di balik layar kaca atau bioskop mendadak 'hidup' dan berinteraksi langsung di depan mata? Pengalaman magis inilah yang disajikan oleh Visinema Studios dalam gelaran Jakarta Future Festival for Kids 2026 akhir pekan lalu.

Hadir sebagai kolaborator resmi, Visinema Studios memboyong tiga Intellectual Property (IP) andalan mereka, yakni Nussa, Jumbo, dan Na Willa. Alih-alih hanya memutar film, mereka menyulap ruang festival menjadi sebuah arena interaktif yang berhasil membuat ribuan keluarga betah berlama-lama menghabiskan waktu bersama.

Lewat tiga program ini, Visinema mencoba menjawab satu tantangan besar di industri kreatif saat ini, yaitu bagaimana menjembatani cerita dari layar kaca agar bertransformasi menjadi pengalaman nyata yang emosional dan membekas di hati anak-anak?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pendekatan pertama dilakukan lewat aksi nyata bersama karakter Nussa melalui aktivitas 'Pilah Sampah Bersama Nussa'. Program ini hadir di waktu yang sangat tepat, bertepatan dengan berlakunya Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 yang mewajibkan warga memilah sampah langsung dari rumah.

ADVERTISEMENT

Hebatnya, kekuatan karakter Nussa yang sudah melekat kuat dan dipercaya oleh anak-anak mampu menggerakkan mereka tanpa paksaan. Di area ini, anak-anak dengan penuh antusias memilah sampah organik, anorganik, hingga kategori B3.

"Ini pertama kalinya anak saya mau melakukan kegiatan memilah sampah tanpa protes sama sekali," ujar salah satu orang tua yang hadir, tampak terkejut melihat perubahan sikap buah hatinya.

Berbeda dengan Nussa yang bergerak lewat tindakan fisik, IP Jumbo menjawab rasa penasaran anak-anak lewat eksplorasi imajinasi dan visual. Anak-anak yang sebelumnya telah mengenal Jumbo lewat layar bioskop, dibuat terpukau oleh sesi pertunjukan Dongeng Pulau Gelembung Jumbo menggunakan buku berukuran raksasa.

Tak hanya mendengarkan dongeng, ruang festival juga dilengkapi instalasi khusus di mana anak-anak bisa masuk dan berfoto di dalam sebuah gelembung yang sangat besar. Fasilitas ini memberikan sensasi nyata seolah mereka ikut tersedot masuk ke dalam Pulau Gelembung, persis seperti adegan ikonik yang dibaca Jumbo di dalam film.

Di sudut lain yang lebih intim, Visinema menyajikan atmosfer yang kontras lewat aktivitas membaca dalam senyap buku Na Willa dan Rumah Dalam Gang. Didampingi langsung oleh sang penulis, Reda Gaudiamo, area ini menjelma menjadi ruang perlindungan yang tenang di tengah riuhnya kepungan festival.

Di sini, anak-anak dan orang dewasa duduk bersanding membaca dengan khidmat, dilanjutkan dengan sesi diskusi santai mengenai cerita dalam buku. Menutup kehangatan sesi, mereka bersama-sama menyanyikan lagu orisinal yang tayang di film Na Willa, yakni Oh Hesty dan Sikilku Iso Muni.

Melihat antusiasme yang luar biasa ini, Anggia Kharisma selaku Chief of Content Officer Visinema Studios mengaku sangat tersentuh. Baginya, respons emosional anak-anak jauh lebih berharga daripada sekadar angka atau data statistik.

"Kami selalu percaya bahwa IP yang kuat bisa hadir melampaui satu medium. Kami menyaksikannya langsung, melihat anak-anak memilah sampah bersama Nussa, antusias menyimak pertunjukan Dongeng Pulau Gelembung Jumbo, atau duduk tenang bersama Na Willa di tengah keramaian festival," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (10/6/2026).

"Momen-momen itu menjawab lebih banyak dari angka mana pun. Karena pada akhirnya, yang kami bangun bukan hanya cerita, tetapi pengalaman yang hidup di tengah keluarga, memantik percakapan, menumbuhkan imajinasi, dan menciptakan kenangan yang akan dibawa anak-anak hingga mereka dewasa," sambungnya.

Keberhasilan aktivasi ketiga IP ini memperlihatkan benang merah yang jelas mengenai karakter asli masing-masing tayangan. Nussa mengajak belajar tanpa menggurui, Jumbo membebaskan imajinasi, dan Na Willa mengajarkan untuk menghargai serta menikmati setiap detik waktu yang mengalir.

Fenomena ini sekaligus menegaskan sebuah realitas baru bahwa keluarga di Indonesia saat ini sangat merindukan dan membutuhkan ruang fisik yang aman, nyaman, sekaligus edukatif untuk beraktivitas bersama. Hal senada juga diungkapkan oleh Herry B. Salim, CEO Visinema Studios.

"Nussa, Jumbo, Na Willa, ketiganya punya hubungan emosional yang nyata di hati jutaan Keluarga Indonesia. Ketika kekuatan emosional itu dibawa ke ruang fisik, ke momen yang bisa benar-benar dirasakan bersama, akan menghasilkan pengalaman yang lebih intens serta kedekatan hubungan yang lebih dalam dari yang bisa kita ukur. Itulah yang ingin terus kami bangun," katanya.




(mau/wes)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads