Waspada! Gadget Bisa Jadi Pemicu Rusuh di Konser Musik

ADVERTISEMENT

Waspada! Gadget Bisa Jadi Pemicu Rusuh di Konser Musik

Atmi Ahsani Yusron - detikHot
Jumat, 11 Nov 2022 06:30 WIB
Konser NCT127 dihentikan imbas banyak penonton pingsan
Foto: Konser NCT127 dihentikan imbas banyak penonton pingsan (Sonia/detikcom)
Jakarta -

Ada banyak konser musik yang digelar belakangan ini dan beberapa di antaranya disorot karena keributan, dorong-dorongan, hingga penonton yang pingsan. Ada berbagai hal yang menjadi pemicu terjadinya kerusuhan di sebuah event musik salah satunya adalah gadget.

Menurut manager program S1 Event Universitas Prasetya Mulya, Hanesman Alkhair, gadget dapat membuat penonton jadi tidak sadar terhadap sekitar. Sehingga ketika terjadi pergerakan yang tiba-tiba ketika tengah fokus pada gadget, hal itu dapat membuat mereka tidak siap dan kemudian berujung terjatuh.

Antusiasme fans di acara konser musik memang tidak bisa dibendung karena kerap kali momen tersebut sudah mereka tunggu-tunggu sejak lama. Terlebih ketika sang idola ada di hadapan fans, bisa saja mereka lepas kontrol. Gadget kerap kali mewarnai lokasi konser lantaran fans tidak ingin ketinggalan dalam mengabadikan setiap momen. Namun hal ini juga bisa menjadi bumerang buat mereka.

Karena usaha yang getol untuk mereka, mereka jadi tidak awas terhadap situasi sekitar. Hal itu justru dinilai membahayakan tidak hanya buat fans tersebut tapi juga orang-orang yang ada di dekatnya.

"Semua orang memakai ponsel pintar, tak terkecuali saat mereka mendatangi suatu acara keramaian. Perilaku orang-orang yang terlalu fokus dengan gadget, membuat mereka bisa kurang waspada terhadap situasi sekitar," ujar Hanes dalam rilis resmi yang diterima detikcom.

Oleh karena itu, Hanesman Alkhair mengimbau agar promotor mencari formula baru dalam pengaturan massa. Juga standar yang detail mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di lokasi konser sehingga hal-hal yang tidak diinginkan bisa dihindari.

Selain itu, Hanesman Alkhair juga menyoroti soal manajemen risiko dalam penyelenggaraan acara musik. Menurut dia, hal ini sudah seharusnya menjadi prioritas pihak promotor sehingga dapat mengantisipasi munculnya kepadatan massa atau pergerakan yang tidak terduga dalam kelompok massa.

"Dua hal ini merupakan titik kritis yang bisa membuat sebuah acara menjadi tidak kondusif, sehingga perlu diantisipasi oleh seluruh stakeholders acara seperti event organizer, aparat keamanan, dan sebagainya," kata Hanes lagi.

"Pergerakan tiba-tiba itu bisa menimbulkan kepadatan. Dikaitkan dengan karakteristik masyarakat yang perhatiannya cenderung tersedot pada gadget, situasi ini bisa menimbulkan risiko kepanikan ketika terjadi desak-desakan dan dorong-dorongan," tutupnya.

Sebelumnya dilaporkan ada 27 orang pingsan di festival Berdendang Bergoyang. Pihak penyelenggara pun menuai kritikan hingga kini sudah ada dua oknum yang ditetapkan sebagai tersangka rusuh dalam festival tersebut. Di sisi lain, konser NCT 127: 2nd Tour Neo City: Jakarta - The Link berlangsung di ICE BSD pada Jumat (4/11/2022) terpaksa dihentikan sebelum waktunya lantaran 30 orang fans pingsan. Selain itu di salah satu kelas festival sempat ada insiden pagar pembatas roboh.

Terakhir ada event jumpa penggemar dari produk kosmetik yang menghadirkan Sehun EXO di mal Central Park akhir pekan lalu. Kondisi tidak terkontrol membuat massa menumpuk di sana hingga pengunjung mengaku sesak dan sumpek kekurangan oksigen.

(aay/nu2)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT