APMI: Festival Musik yang Akan Datang Terancam Batal!

ADVERTISEMENT

APMI: Festival Musik yang Akan Datang Terancam Batal!

Pingkan Anggraini - detikHot
Kamis, 03 Nov 2022 18:52 WIB
Jakarta -

Penyelenggaraan festival musik di Tanah Air pada akhir 2022 terancam batal. Itu terjadi usai tragedi over capacity dari Berdendang Bergoyang pekan lalu.

Asosiasi Promotor Musik Indonesia atau APMI angkat bicara dan membenarkan kejadian itu. Kata Emil Mahyudin selaku Sekjen APMI menjelaskan, banyak promotor kemudian mengadukan dampak yang dirasakan usai kejadian keramaian di festival musik Berdendang Bergoyang.

"Kondisinya kurang lebih seperti itu (festival musik usai Berdendang Bergoyang terancam batal)," ujar Emil di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (3/11/2022).

Kata Emil, saat ini pihak promotor festival musik nasibnya tengah berada di ujung tanduk. Mereka dihadapi dengan ketidakpastian karena harus kembali berhadapan dengan perizinan dari pihak kepolisian.

Tentunya yang jadi pertimbangan perizinan itu adalah jumlah penonton hingga venue yang memadai. Karena kasus over capacity Berdendang Bergoyang, pihak kepolisian menjadi khawatir jika hal itu terulang lagi pada festival musik selanjutnya.

"Kita sekarang lagi di dalam situasi penuh ketidakpastian. Apakah izin itu boleh jalan? Kalau boleh bagaimana, apakah tidak boleh jalan? Apakah boleh di indoor, apakah boleh di outdoor? Apakah boleh sampai 12.00 malam? Sekarang tuh lagi penuh ketidakpastian," tegas Emil.

Beberapa acara musik yang akan berlangsung dalam waktu dekat ini tampak ketar-ketir perihal perizinan yang sudah mereka peroleh. Contohnya, SoundFest di Bekasi, Joyland Festival, sampai Pasar Kaget.

"Hampir semua, hampir semua (promotor)," kata Emil.

Selain itu, Emil menegaskan festival musik tak bisa disamakan dengan pertandingan bola, jika ingin dikaitkan dengan tragedi Kanjuruhan.

Emil pun menegaskan, pihak APMI sudah memiliki kesepakatan yang diberi nama CHSI dan sudah disetujui Kemenparekraf.

"Nah kan kita nggak mau ya misalnya contohnya lagi kejadian di sepakbola misalnya disamakan dengan kejadian di konser, karena konser itu dia punya SOP. Orang masuk juga semua dicek dengan sangat baik, kita juga punya crowd control, dan kita sendiri juga waktu itu kan bareng sama Kemenparekraf sudah menyusun CHSI Event, jadi standar prosedur pelaksanaan event gitu," jelas Emil.

(pig/mau)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT