Anthem Liga Champions: dari Lagu Kerajaan Jadi Magis di Lapangan Hijau

Dicky Ardian - detikHot
Minggu, 29 Mei 2022 14:05 WIB
PARIS, FRANCE - MAY 28: . the UEFA Champions League trophy stands on the lawn prior to the UEFA Champions League final match between Liverpool FC and Real Madrid at Stade de France on May 28, 2022 in Paris, France. (Photo by Berengui/vi/DeFodi Images via Getty Images)
Foto: DeFodi Images via Getty Images/DeFodi Images
Jakarta -

Liga Champions 2021/2022 baru saja menemukan juaranya: Real Madrid menang atas Liverpool. Pertandingan dari ajang paling bergengsi di Benua Biru itu tidak pernah ketinggalan dari anthem ikonik yang selalu terdengar.

Lagu itu berawal dari rebranding European Cup yang diubah menjadi Champions League pada 1992. Bukan cuma kompetisinya yang diubah, tapi juga lagu tema yang mendapat pembaruan.

Anthem Liga Champions adalah hasil gubahan Tony Britten, seorang komposer asal Inggris. Pria lulusan Royal College of Music tersebut mengaransemen bagian-bagian yang cukup ikonik dari lagu Zadok the Priest.

Lagu tersebut, sejak 1727, sering dimainkan untuk acara-acara besar, salah satunya adalah penobatan mahkota raja di Inggris.

Kini, anthem Liga Champions yang sering terdengar di awal, jeda dan akhir pertandingan itu adalah hasil permainan musik Royal Philharmonic Orchestra dan dinyanyikan oleh paduan suara dari Academy of St Martin in the Fields.

Dari segi lirik, tidak ada yang terlalu istimewa dari anthem Liga Champions. Lirik yang terdiri atas tiga bahasa (Inggris, Perancis dan Jerman) itu, cukup sederhana meski bermakna dalam.

Berikut adalah lirik dan arti anthem Liga Champions:

Ce sont les meilleures équipes (Mereka adalah tim terbaik)
Es sind die allerbesten Mannschaften (Mereka adalah tim terbaik)
The main event (Acara utama)

Die Meister (Para master)
Die Besten (Yang terbaik)
Les grandes équipes (Tim-tim besar)
The champions (Sang juara)

Une grande réunion (Pertemuan besar)
Eine große sportliche Veranstaltung (Sebuah acara olahraga besar)
The main event (Acara utama)

Die Meister (Para master)
Die Besten (Yang terbaik)
Les grandes équipes (Tim-tim besar)
The champions (Sang juara)

Ils sont les meilleurs (Mereka yang terbaik)
Sie sind die Besten (Mereka yang terbaik)
These are the champions (Inilah para juara)

Die Meister (Para master)
Die Besten (Yang terbaik)
Les grandes équipes (Tim-tim besar)
The champions (Sang juara)


Anthem dengan lirik sederhana itu terdengar megah karena musiknya. Para bintang lapangan hijau juga sepakat dengan hal itu.

"Magis, itu adalah magis di atas segalanya," Zinedine Zidane mengomentari anthem Liga Champions.

"Begitu kamu mendengar musik itu, kamu tahu ini adalah pertandingan penting dan spesial," ujar Lionel Messi.

"Saat kamu masuk lapangan, baris dan lagunya diputar, itu akan membuat siapapun merinding," kata Thiago Silva.



Simak Video "Camila Cabello Ngaku Kesal Sama Pendukung Liverpool"
[Gambas:Video 20detik]
(dar/tia)