Bukan Baca Mantra, Ini Rahasia Alam 'Mbah Dukun' Sukses

Muhammad Ahsan Nurrijal - detikHot
Minggu, 21 Nov 2021 20:01 WIB
Alam Mbah Dukun muncul lagi
Bukan Baca Mantra, Ini Rahasia Alam 'Mbah Dukun' Sukses (Foto: Ahsan/detikHOT)
Jakarta -

Alam 'Mbah Dukun' merupakan penyanyi beraliran dangdut metal yang populer pada 2000-an lewat lagu yang berjudul Mbah Dukun hingga Sabu-Sabu.

Awal karier dari Alam 'Mbah Dukun' tidak lepas dari kontribusi ibunda dan sang kakak, Vety Vera yang menjadi pendukungnya selama ini.

"Saya dari awal Alhamdulillah dimulai bukan dari nol ya, tapi dari satu langkah, kenapa? Karena kedua orang tua saya menyekolahkan saya, membiayai saya sekolahnya, ngasih makan dulu, pakaian dulu, setelah saya banyak pengetahuan baru saja terjun di dunia entertain," ungkap Alam 'Mbah Dukun' ketika ditemui di Studio Trans TV pada Selasa (16/11).

"Waktu setahun Alhamdulillah mungkin ini berkat dari masyarakat yang saya suguhkan seni saya, kesenian saya, diterima masyarakat dan merasa senang, Alhamdulillah. Setahun dua tahun kemudian saya ungkapkan bahwa saya adik dari Vety Vera juga. Alhamdulillah jadi semakin meningkat," sambung Alam 'Mbah Dukun'.

Ternyata, pada awalnya Alam 'Mbah Dukun' tidak ingin terjun di dunia entertainment. Namun setelah merasakan, dia sangat menikmatinya sebagai pekerja seni.

"Saya sebetulnya tidak ingin terjun di dunia entertainment, tapi kadang-kadang kita sebagai pekerja seni tidak selamanya kita mengolah lagu ya, ada masa pulangnya, ada masa sibuknya, jadi tidak sesibuk yg orang bayangkan ya," tutur Alam 'Mbah Dukun'.

Walaupun sempat populer saat zaman dahulu, Alam 'Mbah Dukun' sadar bahwa setiap orang memiliki giliran masing-masing agar bisa sukses.

"Saat-saat longgar mungkin saya sering berpikir tidak akan selamanya bisa terus menerus jadi artis. Kita akan menuai juga. Ada masa-masa lemah, ada masa-masa bosan, ada masa-masa sudah menua juga," kata Alam 'Mbah Dukun'.

"Nah nanti naik yg baru lagi. Seperti dulu saya muncul, nanti ada yg baru lagi, muncul siapa lagi (yang populer). Semua ada gilirannya," sambungnya.

(dar/dar)