Toiletsounds, Kompilasi Sun Eater hingga Ipang dan Pay, 5 Kabar Musik Pekan Ini

Tim Detikcom - detikHot
Jumat, 27 Agu 2021 13:54 WIB
Toiletsounds
Foto: dok. Toiletsounds
Jakarta -

Dalam sepekan, ada sejumlah kabar yang muncul di industri musik Tanah Air. Ada musisi yang merilis single sebagai penghormatan untuk rekan sesama musisi, ada yang merilis album, ada label musik yang mengeluarkan kompilasi, ada pula yang mengeluarkan karya kolaborasi.

Penasaran ada kabar apa saja? detikHOT merangkumnya di sini!

Toiletsounds Beri Penghormatan untuk Tepeng Steven & Coconuttreez

Grup musik indie-rock asal Jakarta, Toiletsounds, merilis single berjudul Gak Jelas. Lagu itu mereka keluarkan sebagai bentuk penghormatan untuk Steven N. Kaligis atau Tepeng dari Steven & Coconuttreez yang meninggal pada Juni 2021 kemarin.

Lagu itu sebenarnya merupakan karya kolaborasi antara Toiletsounds dengan mendiang. Di dalamnya, terdapat suara Tepeng dan juga Tege, gitaris dari Steven & Coconuttreez. Selain itu, lagu tersebut juga melibatkan Bayu Rootz yang mengisi instrumen gamelan dan saron.

"Steven adalah seorang sahabat, kami berangkat dari kancah musik yang sama. Kolaborasi ini ternyata jadi ajang nongkrong kami yang terakhir," ujar personel Toiletsounds, Petrus Saiya, dalam siaran pers yang diterima detikcom.

Menurut personel Toiletsounds lainnya, Irsya Wahyudi, keuntungan yang diperoleh dari perilisan Gak Jelas akan diserahkan pada keluarga mendiang Tepeng.

"Seratus persen pendapatan yang diperoleh dari rekaman lagu tersebut akan diberikan kepada keluarga almarhum," ungkapnya.

Sun Eater Rilis Mini Album Kompilasi

Sun EaterSun Eater. Foto: dok. Sun Eater

Label rekaman independen Sun Eater merilis mini album kompilasi bertajuk Sounds Cute Might Delete Later Vol. 1. Di dalam album kompilasi tersebut terdapat dua lagu, yakni Hari Yang Baik Untuk Berbohong yang merupakan hasil kolaborasi antara Hindia dan Rayhan Noor serta Samudera, Samudera yang merupakan karya dari Aldrain Risjad.

Menurut Baskara A&R dari Sun Eater, lahirnya kompilasi itu lahir dari adanya situasi pandemi yang belum kunjung selesai tapi semangat untuk mengeluarkan karya tetap tidak padam.

Maka keputusan yang diambil adalah merilis lagu secara kolektif ketimbang harus mengeluarkan album penuh dari salah satu artis.

"Kami rasa dalam keadaan seperti ini kurang tepat untuk rilis materi besar seperti album atau mini album berkonsep. Musik bukan kebutuhan primer dalam keadaan seperti ini, orang berfokus ke berbagai hal yang lebih penting, jadi kami rasa lebih tepat untuk mengeluarkan lagu-lagu lepasan yang tidak merebut perhatian orang dari pandemi, melainkan menjadi hiburan sampingan yang tidak menganggap diri terlalu serius/penting saja," urai Baskara.

Gangga Rilis Album It's Never Easy

GANGGA, Gangga KusumaGangga Kusuma. Foto: dok. GANGGA

Solois muda Gangga merilis album perdana bertajuk It's Never Easy. Materi dari album itu mengisahkan sebuah proses dari seseorang yang tengah berupaya melupakan masa lalu yang ia miliki.

Menurut siaran pers yang diterima detikcom, Gangga menggarap album tersebut sejak Februari 2021. Hasilnya ada 10 lagu yang masuk dalam album, salah satunya adalah single Love Will Never End.

"Buat gue, This Love Will Never End ini adalah bukti bahwa kekuatan cinta itu besar. Lagu ini jadi salah satu yang paling bisa menceritakan album ini secara keseluruhan," ungkap Gangga mengutarakan alasannya dalam memilih lagu itu sebagai single.

Ia pun memiliki sebuah cerita yang menjadi benang merah dari album. "Lagu pertama dan terakhir itu gue jadikan sebagai lagu pengenalan dan penutup cerita," tuturnya.

Sara Fajira Tangkis Komentar Haters dalam Tea & Beans

Sun EaterSara Fajira. Foto: dok. Sara Fajira

Sara Fajira merilis single baru berjudul Tea & Beans. Lagu itu merupakan tanggapannya terhadap komentar miring tentang dirinya dari orang-orang yang kerap menghinanya.

Dalam penggarapan Tea & Beans, Sara Fajira dibantu oleh Reza Rizky atau Rezroll dan Fabio Farisco sebagai produser. Selain itu, Rezroll juga bertindak sebagai komposer dan penata suara dalam menangani proses mixing dan mastering. Begitu pula dengan Fabio yang turut menjadi produser eksekutif untuk lagu tersebut.

Tea & Beans merupakan kelanjutan dari lagu yang sebelumnya Sara Fajira rilis dan akan memiliki hubungan dengan karyanya mendatang yang akan diberi judul Snake.

Kolaborasi Ipang dan Pay dalam Egomu

Ipang dan PayIpang dan Pay. Foto: dok. Ipang dan Pay

Ipang Lazuardi dan Pay kembali bermusik bersama dalam single anyar berjudul Egomu. Menurut siaran pers yang diterima detikcom, lagu tersebut bercerita tentang kepasrahan.

"Pada saat mereka dalam kepasrahan, seseorang tidak lagi mencari salah atau benar, lebih kepada sudut pandang mengingatkan orang lain bahwa keputusan yang akan diambil itu apakah kebenaran atau hanya sebuah ego," tuli keterangan yang diterima detikcom.

Bagi Ipang dan Pay, Egomu merupakan buah dari upaya mereka untuk terus berkarya dan menyimbangkan pikirkan serta emosi.

Dalam penggarapan lagu tersebut, Ipang dan Pay dibantu oleh Dewiq yang menjadi komposer bersama Pay.



Simak Video "Tumpukan Mayat di Sungai Gangga India Picu Kepanikan Warga"
[Gambas:Video 20detik]
(srs/dal)