Erwin Gutawa dan Cerita Para Musisi Beradaptasi di Tengah Pandemi

Reyhan Diandri Ghivarianto - detikHot
Sabtu, 11 Jul 2020 23:09 WIB
Musisi yang juga konduktor, Erwin Gutawa meresmikan lembaga pendidikan musik Erwin Gutawa Music Scholl (EGMS), di Jakarta, Rabu (17/01/2018).
Erwin Gutawa/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Pandemi COVID-19 yang masih berlangsung di Indonesia, membuat banyak para pekerja seni seperti musisi harus beradaptasi dalam aktivitas sehari-hari. Musisi Lea Simanjuntak misalnya, mengatakan selama masa di rumah aja ia berpindah haluan untuk berbisnis kuliner.

"Aku bisa membuat delicious cookies, terus tadinya kan aku orang yang diurusin istilahnya oleh manajemen aku dan sebagainya. Setelah ada pandemi ini ada teman-teman yang berbisnis kuliner, jadinya aku yang ngurusin mereka, maksudnya aku mengumpulkan dan mencorongkan mereka supaya ayo sama-sama maju kita jualan bareng," ungkap Lea, dalam Konser 'Satukan Energi untuk Indonesia' yang diadakan BNI bersama detikcom, Sabtu (11/7/2020).

Lea mengungkapkan kalau pandemi ini membuat tidak hanya musisi yang terdampak melainkan semua masyarakat. Semua orang harus bisa beradaptasi karena kehidupannya telah direset menjadi nol.

"Walau ada musisi atau bukan, semua orang itu sedang direset di angka nol. Persaingan itu dibuka kembali, contohnya penyanyi profesional pun tidak semuanya jago dalam online business seperti YouTube. Seperti pada malam hari ini BNI menjadi bank yang membuat konser virtual, pokoknya aku angkat tangan karena kita bisa dipersatukan dengan keadaan semacam ini," ungkapnya.

Sementara itu, pelantun lagu-lagu Jawa Sruti Respati mengatakan dirinya menjadi lebih produktif di saat pandemi. Dengan kebosanan yang melanda ia pun membuat lebih banyak lagu dan juga mengadakan lomba cover lagu keroncong virtual selama di rumah saja.

"Pandemi ini ada berkah tersendiri karena dipaksa saking bosennya akhirnya banyak nulis-nulis lagu dan udah jadi lumayan banyak walaupun baru rilis satu bulan juni lalu. Tapi udah ada stok nih empat lagu lagi yang mau pelan-pelan aku gabungin jadi sebuah album di masa pandemi," ujar Sruti.

"Kemarin aku bikin lomba cover lagu keroncong secara virtual dan udah ada ratusan yang ikut. Hari ini sudah ada lima pemenang yang terpilih," imbuhnya.

Senada dengan Sruti, Lyodra mengungkapkan dirinya juga produktif dan bisa beradaptasi dengan keadaan pandemi ini. Ia bersyukur masih bisa menjalankan berbagai aktivitas sebagai seorang musisi dan public figure.

"Aku bersyukur banget walaupun di tengah pandemi ini pasti masih ada aja aktivitas. Tiap hari pasti ada syuting dan lanjutin single aku selanjutnya. Pasti ada kegiatan yang membuat aku kayak bersyukur banget," jelas Lyodra.

Terakhir, Erwin Gutawa mengungkapkan, sebagai seorang komposer dan juga musisi di masa pandemi ada hikmah yang dapat diambil. Erwin mengatakan bisa mendapatkan kebisaan baru yang menambah kemampuan dirinya untuk beradaptasi selama masa pandemi berlangsung.

"Hikmahnya adalah seperti manusia pada umumnya ketika ditantang dia akan mencari jalan untuk beradaptasi atau melakukan sesuatu. Kita tahu kalau main musik paling asyik kalau ketemu nge-jam bareng, tetapi dengan keadaan seperti ini akhirnya kita punya kebisaan baru bukan kebiasaan," jelasnya.

"Kebisaan yang mungkin dulu nggak kebayang kalau kita main musik ternyata nggak perlu ketemu juga bisa. Akhirnya kepekaan dan kebisaan itu kayanya menambah peluru, kita sebagai musisi harus bisa melakukan kerja seni walaupun kita nggak ketemu. Itu perlu latihan dan ini kita dilatih banget dengan keadaan ini," pungkas Erwin.

Sebagai informasi, konser virtual 'Satukan Energi untuk Indonesia' merupakan konser untuk merayakan HUT ke-74 BNI yang dipersembahkan kepada BNI Hi-Movers dan masyarakat Indonesia. Musisi yang yang tampil bersama Erwin Gutawa malam hari ini antara lain Ardhito Pramono, Yura Yunita, Lyodra, Tulus, Lea Simanjuntak, Kikan dan Sruti Respati.

Aransemen lagu-lagu oleh Erwin Gutawa merepresentasikan semangat dan optimisme bagi masyarakat Indonesia di tengah pandemi. BNI pun mengajak Hi-Movers berdonasi sehingga dapat berkontribusi untuk membantu masyarakat Indonesia yang terdampak pandemi COVID-19.

(prf/ega)