Cerita Anisa Rahma soal Pengalaman Audisi Sampai Jadi Member Cherrybelle

Mauludi Rismoyo - detikHot
Jumat, 21 Des 2018 20:15 WIB
Anisa Rahma Foto: Mauludi Rismoyo
Jakarta - Anisa Rahma berbagi cerita pengalamannya mengikuti audisi menjadi anggota girlband Cherrybelle kepada Ria Ricis. Seperti apa kisahnya?

Dalam channel Ricis TV, Anisa awalnya tak ada kepikiran waktu dulu untuk menjadi artis. Cita-citanya waktu itu hanya ingin menjadi seorang arsitek.

"Cita-cita aku waktu kecil itu pengin jadi arsitek sebenarnya. Nggak ada kepikiran sama sekali jadi artis sih," bukanya, saat dikutip detikHOT.

"Tapi karena dulu suka SNSD kan waktu aku kuliah ngelihat 9 orang itu kayaknya lucu banget kalau misalkan joget-joget sama-sama bareng-bareng gitu. Akhirnya kepikiranlah untuk bikin girlband ngumpulin tuh teman-teman di Bandung sudah ada 9 orang kekumpul," lanjutnya.




Setelah berniat membentuk girlband sendiri, Anisa Rahma malah izin untuk mengikuti audisi menjadi member grup lain. Saat mengikuti audisi girlband Cherrybelle, istri Anandito Dwis itu sempat tak mengetahui salah satu syaratnya.

"Akhirnya aku ikut audisi berapa besar gitu padahal sebenarnya aku nggak tahu kalau itu khusus tadinya ada tulisan harus oriental gitu kan di broadcast message aku nggak nerima ada tulisan itu," tuturnya.

Untungnya, Anisa Rahma terpilih jadi anggota Cherrybelle karena memenuhi persyaratan lain. Di situ, dia berbagi kenangan yang tak bisa dilupakan selama bergabung dengan Cherrybelle.

"Waktu kita tinggal bareng tiap hari ketemunya dia lagi dia lagi. Terus kita sampai ngantre kamar mandi. Satu kamar mandi untuk kita berempat," katanya.

"Bangun pagi setengah 3 harus mandi untuk acara pagi kayak Inbox. Yang nggak bisa dilupain tuh tur 31 provinsi dalam 31 hari. Jadi kita naik pesawat itu sudah kayak naik ojek hari ini ke sini langsung pergi lagi," sambungnya.

Anisa Rahma tak menampik juga pernah bertengkar kecil dengan personel Cherrybelle lain. Namun hal itu membuatnya jadi sebuah pelajaran berharga.

"Berantem kecil pasti adalah, contohnya aku dulu suka berantakan di kamar akhirnya sampai nggak disukai sama yang lain, tapi itu jadi semangatku untuk lebih rapi-rapi. Semuanya hampir ada kebagian kalau ada kesalahan kita kasih tahu. Itu jadi kayak motivasi," tandasnya. (mau/ken)