Daya Tarik Tora di 'Mahadaya Cinta'
Minggu, 10 Jul 2005 00:18 WIB
Jakarta - Tora Sudiro. benar-benar menjadi daya tarik utama drama musikal 'Mahadaya Cinta', Minggu (9/7/2005) di Istora Senayan, Jakarta. Penonton perempuan yang mendominasi acara ini pun mengakuinya. "Toraaa", teriak beberapa dari mereka ketika aktor ganteng itu muncul di panggung.Drama musikal Mahadaya Cinta dibuka dengan adegan persidangan kasus korupsi yang menimpa Harvey Malaiholo, ayah dari Jaka (Tora Sudiro). Merasa kecewa dengan tindakan ayahnya, Jaka pun lari dan bersimpuh di bibir manggung untuk menggambarkan kesedihannya.Kekecewaan Jaka ternyata tidak cukup sampai disitu, sudah harus kehilangan ayahnya yang dipenjara selama 20 tahun, Bulan (Widi AB Three) kekasihnya pun enggan melanjutkan kisah-kasih mereka. Alasan Bulan, sebagai seorang aktivis pergerakan anti korupsi, tidak seharusnya ia pacaran dengan anak seorang koruptor.Jaka bukan satu-satunya orang yang tertimpa kemalangan gara-gara ayahnya dituduh korupsi. Ibu Jaka (Desy Ratnasari) juga harus menanggung malu karena perbuatan suaminya itu. Ia dicemooh oleh teman-teman arisannya.Dara (Eki, finalis AFI 3), adik Jaka juga mengalami nasib yang serupa dengan kakak dan ibunya. Untuk melampiaskan kesedihannya ia mengkonsumsi narkoba yang diberikan pacarnya.Pastinya kisah sedih di atas tidak terus berlangsung hingga akhir cerita. Setelah Harvey dinyatakan tidak bersalah dan dibebaskan dari penjara, kehidupan keluarga yang sempat hancur itu pun mulai tertata kembali.Guruh Soekarno Putra benar-benar melaksanakan janjinya untuk memberikan pagelaran yang sarat dengan pesan moral untuk para generasi muda. Tema korupsi yang diangkat konsisten terjalin hingga akhir cerita.Sayangnya pesan moral yang diusung Guruh ini sepertinya kurang mengena untuk generasi muda. Penonton lebih terfokus menonton akting Tora Sudiro, Desy Ratnasari ataupun Aming ketimbang mengingat apa yang disampaikan oleh mereka lewat Mahadaya Cinta. Yang lebih terpendam di otak mereka adalah suara fals Tora Sudiro ketika nyanyi atau lakon Aming yang mengocok perut. Mereka akan lupa kalau sepanjang acara, banyak sekali pesan moral yang diangkat oleh Guruh. Sebut saja, ucapan si gendut Pretty Asmara yang mengatakan wong cilik adalah aset negara dan ucapan Desy Ratnasari kalau moral bangsa ini sudah turun.Pertunjukkan Mahadaya Cinta dilakukan dua kali yaitu 15.30-17.30 WIB dan 20.00-22.00 WIB. Pada jam pertunjukan pertama, Istora Senayan hanya terisi seperempatnya saja. Cukup sepi untuk sebuah gedung sebesar Istora yang berkapasitas 10 ribu orang. (eny/)











































