Tutupnya Toko CD dan Kelangsungan Industri Musik

Tutupnya Toko CD dan Kelangsungan Industri Musik

Fakhmi Kurniawan - detikHot
Jumat, 06 Nov 2015 11:26 WIB
Tutupnya Toko CD dan Kelangsungan Industri Musik
Jakarta - Banyak orang menyebut tutupnya satu per satu jaringan toko CD dan kaset yang pernah berjaya di masa lalu akan yang membuat industri musik Indonesia mati. Apalagi jika melihat kondisi industri musik saat ini yang selalu disebut lesu.

Tapi, di sisi lain tak bisa dihindari bahwa zaman memang sudah berubah. Teknologi semakin maju dan industri musik pun mau tak mau mengikuti itu semua.

Transisi penjualan fisik yang disebut lambat mulai terdorong dengan munculnya 'toko CD dan kaset' digital. Kini, di era digital, orang demikian mudah mendapatkan sebuah produk musik tanpa perlu repot pergi ke toko.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski tak terlalu signifikan, tapi penjualan secara online disebut lebih menguntungkan. Hal itulah yang membuat manajemen Disc Tarra memutuskan untuk menggeser bisnis mereka. Mau tak mau, online memang 'harus' menjadi pilihan.

Sama halnya dengan Disc Tarra, Duta Suara pun mulai melirik ke bisnis digital. Hal itu melihat aktifnya website Duta Suara Music dalam jual beli CD dan aksesoris musik lainnya.

Semua hal itu pun seperti membuktikan, industri musik Indonesia tak lantas mati jika memang semua toko CD atau kaset tutup. Tapi memang bagi penikmat musik yang gemar 'tamasya' ke toko CD dan kaset harus kehilangan objek wisatanya.

Namun semua itu hanyalah ranah bisnis yang bicara. Karena pelaku musik Indonesia pun tetap melakukan tugasnya untuk terus menciptakan musik berkualitas yang menjadi nyawa industri musik Indonesia untuk bisa hidup kekal abadi.

(fk/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads