βAstafirloh halazim, rumah Allah kok dijadikan tempat hiburan. Ini baru kali pertama terjadi di Riau, ada konser musik di areal masjid. Kalau masjid Agung yang notabene ikon masjid terbesar di Riau sudah dijadikan tempat konser, maka nanti seluruh masjid dan musollah di Riau ini akan diadakan tempat hiburan. Naujubillah minzalik,β kata Ketua Fatwa MUI Pekanbaru, H Akbar dalam perbincangan dengan detikhot, Kamis (12/9/2008) di Pekanbaru.
Komentar ini sehubungan dengan rencana konser grup band Ungu pada 12 dan 13 September mendatang. Pelaksanaan konser musik ini dilaksanakan di halaman masjid Agung An-Nur, masjid terbesar di Provinsi Riau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βBulan puasa itu, umat islam diminta memperbanyak ibadah, beritikaf di masjid, tadarus. Kira-kira pantas apa tidak, di halaman masjid ada musik yang keras, satu sisi di dalam masjid ada yang lagi bertadarus? Allah SWT menyuruh umat Islam di bulan puasa ini untuk meningkatkan ibadahnya, bukan malah mau nonton koser,β kata Akbar.
Masih menurut Akbar, pihaknya juga akan menggelar rapat untuk mengambil sikap tegas atas pelakansanaan konser musik di halaman masjid Agung tersebut. Pihaknya juga sangat menyayangkan pihak pengurus masjid Agung yang telah memberikan izin.
βKita juga heran, mengapa pengurus masjid Agung kok mengizinkan acara tersebut. Kita menilai, acara konser musik ini sudah menodai fungsi masjid itu sendiri. Tidak ada satu ajaran dalam islam untuk menambah keimanan selama bulan ramadan dianjurkan untuk menonton konser musik,β kata Akbar.
βDimata sebagian ulama soal musik ini terbagi dua. Yang satu ulama menyebut musik dan apapun jenis musiknya itu haram. Karena musik membawa umat untuk terlena.Kami meminta siapapun pihak yang terlibat dalam konser musik Ungu untuk segara dibatalkan,β tambah Akbar.
(cha/yla)











































