Kampanye Boikot Film Ancam Pendapatan Sinema Bollywood

ADVERTISEMENT

Kampanye Boikot Film Ancam Pendapatan Sinema Bollywood

Atmi Ahsani Yusron - detikHot
Minggu, 28 Agu 2022 13:25 WIB
Laal Singh Chaddha
Laal Sing Chaddha salah satu film India yang terancam diboikot. Foto: dok. Aamir Khan Productions
Jakarta -

Industri film Bollywood tengah menghadapi sebuah masalah yang pelik. Hal ini berkaitan dengan masyarakat yang melakukan boikot terhadap deretan film yang direncanakan akan tayang atau sedang tayang di bioskop. Kampanye boikot ini sudah terjai selama beberapa waktu terakhir dan menggema di media sosial.

Terakhir ada film Laal Singh Chaddha, remake dari Forrest Gump (1994), yang diperankan Aamir Khan. Hal itu terjadi lantaran berbagai insiden yang melibatkan sang aktor beberapa tahun lalu. Salah satunya soal pernyataan Aamir Khan tentang toleransi di India yang sudah semakin memudar. Di tahun 2015, Aamir Khan sempat menyebut tengah terjadi pertumbuhan intoleransi di India. Dia pun menyebut saat itu pernah berbincang dengan sang istri soal pindah dari negara itu.

"Aku berbincang dengan Kiran di rumah dan dia bilang apakah kita harus pindah? Itu sebuah pernyataan besar yang bisa datang dari Kiran karena khawatir pada anak-anak kami. Dia takut pada kondisi lingkungan. Dia bahkan takut baca koran setiap hari," katanya kala itu.

Tidak berhenti sampai di situ, seruan boikot Laal Singh Chaddha juga datang gegara kontroversi film PK. Seperti diketahui, Aamir Khan juga menjadi pemeran utama film PK. Dalam film itu, banyak adegan soal agama yang ditampilkan dan kontroversi muncul karena ada hal yang dianggap menyinggung umat Hindu.

Film PK dianggap menghina dewa umat Hindu dan konten yang ditampilkan dalam film dinilai provokatif. Meski begitu, PK sukses di box office tak hanya domestik tapi juga internasional.

Meski terbilang sukses di luar India, Laal Singh Chaddha sangat terpuruk di layar bioskop negeri sendiri. Film ini tidak mendapatkan pemasukan seperti yang diprediksi bahkan disebut-sebut jadi film dengan pemasukan terendah dari Aamir Khan sepanjang sejarah penampilannya di layar lebar.

Kampanye boikot yang dilakukan masyarakat India terhadap film-film mereka mendapat reaksi beragam dari para aktor dan aktris. Tidak sedikit dari mereka menyuarakan kekecewaan karena seruan boikot ini. Para aktor dan aktris sangat vokal soal ini karena menurut mereka, boikot terhadap sebuah karya film tidak hanya merugikan pihak pembuat film tapi juga pemasukan negara secara umum.

Persoalan boikot memang kerap jadi masalah di sinema India. Bintang sekelas Shah Rukh Khan bahkan pernah menerima penolakan terhadap film Dilwale (2015) gegara komentar sang aktor soal intoleransi di India. Kini film terbarunya Pathaan yang bahkan belum tayang sudah ada suara sumbang boikot dari media sosial.

Soal boikot ini pemeran Mohabbattein itu sudah pernah mengutarakan pendapatnya. Dalam sebuah wawancara yang kini viral di Twitter, Shah Rukh Khan menyebut ada sedikit keuntungan buat pembuat film dari boikot itu meski dia sama sekali tidak memberikan dukungan untuk melakukannya.

"Kadang-kadang memang punya efek baik. Kalau filmnya nggak sukses, pembuat film bisa menjadikan alasan boikot untuk bikin hati mereka sedikit lega, jadi ada alasan bahwa boikot yang bikin filmnya nggak perform baik di box office," ujar dia.

Menyoal boikot yang ditujukan soal filmnya terdahulu, Shah Rukh Khan sebenarnya bukan orang yang ambil pusing soal itu.

"Ada yang mempermasalahkan, ada yang komentar soal itu, tapi di negara ini, aku tahu aku sudah menerima banyak cinta dari masyarakat dan dengan keyakinan itu aku yakin belum banyak orang yang menerima cinta sebanyak aku," tutup Shah Rukh Khan.



Simak Video "Marsha Aruan Masih Syok dengan Meninggalnya Sang Ayah"
[Gambas:Video 20detik]
(aay/pus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT