ADVERTISEMENT

Comeback The Matrix Berujung Masalah Hukum

Tim detikcom - detikHot
Selasa, 08 Feb 2022 20:42 WIB
Poster karakter The Matrix Resurrections.
(Foto: dok. WarnerBros.) Village Roadshow Entertainment menyebut bahwa WarnerBros. melakukan kecurangan soal kontrak penayangan The Matrix Resurrections.
Jakarta -

Waralaba The Matrix dihidupkan kembali lewat film terbarunya, The Matrix Resurrections. Meski sambutan dari fans terbilang baik, namun comeback Neo dan Trinity dalam film ini justru berujung ke masalah hukum. WarnerBros. digugat oleh Village Roadshow Entertainment karena penyalahgunaan kontrak.

Village Roadshow Entertainment menyebut bahwa WarnerBros. melakukan kecurangan. Salah satunya dengan memajukan tanggal rilis The Matrix Ressurections di bioskop demi meraup keuntungan di platform HBO Max. Penayangan di bioskop dan HBO Max secara bersamaan juga jadi hal yang kemudian dipermasalahkan.

"WarnerBros. memajukan tanggal rilis The Matrix Resurrections demi menciptakan gelombang langganan premium HBO Max di akhir tahun, yang diketahui film ini akan jadi blockbuster," ungkap perwakilan Village Roadshow Entertainment dalam sebuah pernyataan dikutip dari ScreenRant.

Mereka melanjutkan, tindakan WarnerBros. itu dinilai menghancurkan pendapatan box office The Matrix Resurrections. Hal ini secara otomatis merugikan Village Roadshow Entertainment.

"Meskipun, mengetahui itu akan menghancurkan pendapatan box office film tersebut dan mencabut Village Roadshow dari keuntungan ekonomi apa pun yang akan dinikmati oleh WB dan afiliasinya, terutama dibandingkan dengan perilisan eksklusif di bioskop tahun 2022," lanjut mereka.

The Matrix Resurrections tayang di bioskop 22 Desember 2021, lebih cepat dari rencana awal 1 April 2022. Dibandingkan dengan trilogi The Matrix terdahulu, film ini kurang mendapat keuntungan dan hanya meraup US$37 juta atau sekitar Rp 533 miliar di bioskop Amerika Serikat. Di pasar global, The Matrix Ressurections lebih beruntung dengan pendapatan US$153 juta atau sekitar Rp 2,2 triliun.

The Matrix Resurrections menawarkan sebuah nostalgia buat penonton sekaligus menampilkan plot yang berbeda dari film sebelumnya. Penonton seolah diajak untuk beranalogi bagaimana jika sebenarnya 3 film yang telah mereka saksikan itu hanyalah khayalan dan dibuat untuk kepentingan sebuah game saja? Bagaimana jika Neo dan Trinity memang tak pernah ada?

Terlepas dari permasalahan hukum yang kini terjadi, Keanu Reeves amat bangga dengan film terbarunya ini. Demi agar orang-orang terdekat dan pernah berjasa buatnya bisa menikmati The Matrix Resurrections, dia sampai menggelontorkan jutaan dolar buat menerbangkan mereka ke premiere film ini di San Francisco.

Keanu Reeves tidak hanya menanggung semua tiket premiere buat para tamunya. Dia juga menerbangkan mereka dengan jet pribadi, menyediakan tempat menginap, serta membuat acara brunch mewah buat para tamu.

"Dia menerbangkan banyak orang ke sini. Dia benar-benar murah hati. Penonton malam ini adalah orang-orang yang sudah membantunya, dari pelatih beladiri hingga kru stunt. Dia memastikan semua teman dan keluarganya di sini," kata Chad Stahelski, mantan stunt double Keanu Reeves di The Matrix.

Tidak berhenti sampai di situ, Keanu Reeves juga memberikan kado buat masing-masing tamu yang dia undang. Semuanya eksklusif dan tidak dibocorkan apa isinya. Tapi kalau melihat dari track record kebaikan Keanu Reeves, bisa saja kado itu berupa jam tangan mewah lainnya. Sebelumnya dia pernah membagikan jam tangan Rolex buat kru John Wick 4 yang harganya mencapai 10 ribu dolar AS atau sekitar Rp 142 juta.

(aay/mau)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT