ADVERTISEMENT

Ben & Jody Dapat Sambutan Hangat, Raih Lebih dari 27 Ribu Penonton

Prih Prawesti Febrian - detikHot
Minggu, 30 Jan 2022 21:04 WIB
Poster film Ben & Jody (2022).
(Foto: dok. Instagram @visinemaid) Ben & Jody Dapat Sambutan Hangat, Raih Lebih dari 27 Ribu Penonton
Jakarta -

Salah satu film Indonesia yang saat ini sedang beraksi di semua bioskop Indonesia adalah Ben & Jody. Film tersebut mendapatkan tanggapan positif dari penonton Indonesia.

Dalam Instagram resmi filmnya, Ben & Jody terlihat mendapatkan 27 ribu lebih penonton di hari pertama penayangannya.

"Terima kasih kepada 27.399 penonton yang sudah nonton aksi persahabatan Ben & Jody di bioskop, di hari pertama penayangan. Jangan sampai ketinggalan, langsung ke bioskop sekarang!" tulis keterangan dalam Instagram tersebut.

Posting-an itu langsung ramai mendapatkan tanggapan positif dari banyak orang. Mereka mengatakan film yang dibintangi Chicco Jerikho dan Rio Dewanto ini patut untuk ditonton.

[Gambas:Instagram]


"Semoga bisa mencapai 1jt penonton bahkan lebih... Keren! Sumpah keren banget. Nysel kalau gk nonton," ungkap akun ney***.

"Recommended untuk ditonton, persahabatannya dapet, filosofi kopinya juga dapet, pokoknya perasaan dipermainkan banget di film ini. Toppp," tutur akun mudh***.

"Persahabatan sejati gk bisa dinilai dr apa pun," ungkap akun heur***.

"Update terus min tiap hari pencapainnya," papar akun keur***.

Sebelumnya produser film, Cristian Imanuell ini mengatakan soal film ini. Cristian Imanuell membocorkan aksi dalam film ini.

"Ben & Jody itu kayak full course dinner buat action. Kalau ditanya apa saja menu full course-nya, saya bisa bilang semuanya ada. Berantem, drama, tembak-tembakan hingga car chase," tutur Cris dalam keterangannya yang diterima detikcom.

"Perihal tembak-tembakan, selain memang fokus di adegan aksinya, tentu kami juga fokus pada aspek keamanannya. Saya dan tim produksi mempunyai vendor untuk mengamankan senjata api yang digunakan. Intinya dari awal syuting sampai akhir, semua harus dalam kendali saya sebagai produser," tutur Cris lagi.

Tak hanya itu, Cris juga menambahkan sampai membangun beberapa set yang digunakan dalam film Ben & Jody ini. Semula set itu adalah lahan kosong yang kemudian disulap menjadi Desa Wanareja.

Mengusung konflik agraria, film ini mengisahkan ketika Ben memutuskan keluar dari Filosofi Kopi dan memilih tinggal di kampung halamannya. Di sana ia aktif membela kelompok petani yang lahannya akan diambil paksa oleh perusahaan.

Pada waktu yang sama, Jody sedang sibuk mempersiapkan konsep baru dari cafe yang ia dirikan bersama Ben. Menjelang pembukaan, Ben yang seharusnya hadir tiba-tiba menghilang.

Khawatir dengan sahabatnya, Jody memutuskan berangkat untuk mencari Ben. Tak disangka, ternyata ia menemukan fakta bahwa sang sahabat tengah menghadapi kesusahan karena harus berhadapan dengan gerombolan pembalak liar yang dipimpin oleh Aa Tubir (Yayan Ruhian).

Di tengah perjuangan mereka untuk bertahan hidup, Ben dan Jody bertemu dengan sosok kakak-beradik bernama Rinjani (Hana Malasan) dan Tambora (Aghniny Haque) yang berasal dari kampung adat.

Film Ben & Jody mengangkat masalah yang sering terjadi di lingkungan kita, terutama di desa-desa kecil yang tinggal sekitar hutan. Hal tersebut meliputi mempertahankan lahan desa hingga banyak orang kehilangan lahannya.

(wes/aay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT