Drama China Ini Butuh Rp 17,8 Juta Per Detik untuk Retouch Wajah Bintangnya

Asep Syaifullah - detikHot
Senin, 22 Nov 2021 07:32 WIB
Yang Mi Novoland: Pearl Eclipse
Foto: Yang Mi Novoland: Pearl Eclipse (Dok. Ist)
Jakarta -

Industri hiburan China lagi-lagi menuai sorotan. Baru-baru ini terungkap fakta jika beberapa studio-studio besar di sana mengeluarkan biaya yang fantastis untuk penggarapan serial atau drama di televisi.

Demi menjual kesempurnaan wajah para bintangnya, mereka rela menggelontorkan biaya hingga 1,700 SGD atau Rp 17,8 juta per detiknya untuk mengedit wajah para bintangnya tersebut.

Terbaru adalah drama bertajuk Novoland: Pearl Eclipse yang dibintangi oleh Yang Mi dan William Chan. Serial tersebut melakukan editing dengan begitu ekstrem hingga menuai kritikan dari para netizen dan diolok-olok sebagai serial dengan filter level 10.

Wajah Yang Mi di dalam serial itu pun nampak begitu mulus hingga sama sekali tak terlihat pori-pori apalagi kerutan sama sekali.

Dilansir dari 8days disebutkan jika saat ini permintaan untuk tim editing pasca-produksi yang mengurus retouch wajah para artis sedang tinggi-tingginya. Banyak rumah produksi dan studio-studio besar yang berebut mempekerjakan para ahli spesial efek tersebut sebelum drama itu tayang.

Salah satunya di antaranya adalah pria bernama Xiao Wu. Ia menjelaskan jika saat ini para studio dan televisi memiliki ekspektasi tinggi terkait penampilan, khususnya wajah para bintangnya.

Wu pun pernah sampai mengedit 800 potongan gambar dari seorang aktor pria di sebuah drama aksi dan menghabiskan waktu yang cukup lama untuk memperhalus wajahnya.

Selain itu ia juga menerangkan jika memperbaiki wajah bintang utama di dalam serial televisi dengan 30 episode akan menghabiskan waktu paling sedikit hingga 3 bulan. Itu pun bisa menjadi lebih lama jika dilakukan untuk drama aksi atau film laga.

Entah bermula dari mana namun Wu menyebutkan jika apa yang dilakukannya itu menjadi salah satu pekerjaan yang sangat penting saat ini. Para bintang dan kru disebutnya tak percaya diri jika penampilan wajah mereka terlihat jelek di layar kaca.

(ass/dar)