'Tuhan Aku Lapar' Muncul dalam Film Balada Sepasang Kekasih Gila

Shifa Nur Fadilla - detikHot
Rabu, 01 Sep 2021 14:37 WIB
Balada Sepasang Kekasih Gila
Film Balada Sepasang Kekasih Gila. Dok. Ist
Jakarta -

Belum lama ini sempat ramai diperbincangkan sebuah mural yang bertuliskan Tuhan aku lapar yang menuai pro dan kontra. Siapa sangka film bertajuk Balada Sepasang Kekasih Gila juga menyisipkan kalimat 'Tuhan aku lapar' dalam dialog pemerannya.

Balada Sepasang Kekasih Gila, film yang baru saja rilis di KlikFilm pada Agustus lalu menceritakan tentang Djarot (Denny Sumargo) dan Lastri (Sara Fajira) sepasang kekasih dalam gangguan jiwa.

Djarot merupakan laki-laki dalam gangguan jiwa. Ia sudah lama mendapat perawatan di RSJ dan kerap kali harus mendekam di ruang isolasi. Catatan masa lalu yang cukup kelam karena pernah membunuh orang-orang yang menghinanya dan dianggap sebagai komunis membuat Djarot sering diperlakukan khusus. Namun perlahan ia kian membaik hingga membuat Djarot akhirnya dibebaskan dari RSJ.

Djarot yang baru saja keluar dari RSJ harus kembali hidup di jalanan lataran tidak memiliki keluarga. Keadaannya sebagai orang dalam gangguan jiwa membuat Djarot banyak tidak diterima di lingkungan masyarakat.

Bahkan saat meminta makanan ia justru diusir oleh pemilik warung nasi. Djarot hanya bisa makan dari sisa-sisa makanan yang sudah dibuang pada tempat sampah.

Suatu waktu dikisahkan keadaan Djarot yang kian memburuk. Badannya sudah semakin kotor dan ia juga sudah sangat kelaparan. Ia berusaha meminta makanan pada sebuah warung nasi namun lagi-lagi ia diusir.

Balada Sepasang Kekasih GilaCuplikan adegan di Balada Sepasang Kekasih Gila Foto: Dok. Ist

Pada adegan inilah kalimat 'Tuhan aku lapar' seperti pada mural yang sedang ramai diperbincangkan muncul dalam film Balada Sepasang Kekasih Gila. Djarot yang tengah kelaparan terus berjalan sambil bergerutu mempertanyakan dimanakah presiden dan dimanakah Tuhan yang memiliki segalanya.

"Raja mana raja? Jika raja pura-pura tidak mendengar presiden pun tak apa. Jika presiden tak mendengar Tuhan pun tak apa. Tuhan kan pemilik segalanya. Dia maha pemurah pasti akan kasih aku makan. Tuhan aku lapar," tuturnya.

Begitulah gerutuan Djarot ketika ia merasa sudah tidak ada lagi yang bisa menolongnya. Dari kalimat yang diucapkan Djarot pada adegan kelaparan itu juga memiliki makna tersirat.

Djarot yang merasa tinggal pada sebuah negara yang memiliki pemimpin namun ia justru merasa tidak pernah didengar suaranya sebagai rakyat. Jika suaranya sebagai rakyat tak lagi didengar maka dari itulah ia hanya bisa menyuarakan permintaannya pada Tuhan.

Selain memiliki topik yang unik dengan mengusung kisah orang dalam gangguan jiwa, film Balada Sepasang Kekasih Gila ini juga cukup banyak menyisipkan kritik sosial.

Kenyataan dan ketidakadilan terkait isu sosial yang ada dalam film ini sangat dekat dengan keadaan lingkungan masyarakat saat ini. Film yang disutradarai oleh Anggy Umbar ini sudah bisa disaksikan di KlikFilm sejak Agustus 2021.



Simak Video "Detik-detik Wanita ODGJ Bawa Pisau saat Masuk ke Masjid di Jaksel"
[Gambas:Video 20detik]
(ass/ass)