Go Back to China, Drama Manis Ayah dan Putrinya

Devy Octafiani - detikHot
Selasa, 29 Sep 2020 17:38 WIB
Go Back to China
Adegan di film Go Back to China / Foto: (Unbound Feet Production)
Jakarta -

Menyaksikan Go Back to China seperti mengingatkan diri sendiri tentang banyak hal. Tentang kasih sayang orang tua kepada anak, usaha menggapai impian hingga kesenangan dalam hidup selalu memiliki harga di baliknya.

Semua itu diwakili oleh tokohnya bernama Sasha Li. Sasha adalah gadis keturunan China yang besar dan menempuh pendidikan hingga kuliah di Amerika.

Selama tinggal di sana, ia hidup berkecukupan. Uang dari ayahnya tak hanya cukup untuk kebutuhan hidupnya. Sasha bahkan bisa rutin menghabiskan tunjangan yang diberikan ayahnya buat party-party di kelab elit di Los Angeles tiap malam.

Singkat cerita, Sasha kemudian dipaksa pulang oleh ayahnya untuk kembali China. Ayahnya ingin Sasha belajar melanjutkan bisnis sang ayah sebagai pemilik pabrik boneka.

Sasha menolak habis-habisan. Namun ia akhirnya tak punya pilihan usai ayahnya membekukan kartu kredit dan berhenti mengirim uang tunjangan.

Sasha terbuka mata usai ia melihat bagaimana pabrik tersebut bekerja. Sang ayah bahkan memintanya untuk bergabung dengan puluhan buruh penjahit dan pengisi kapas boneka-boneka di pabrik tersebut. Sang ayah ingin Sasha mengerti, uang tak datang begitu saja.

Uang yang selama ini ia habiskan tanpa pertimbangan selama tinggal di Amerika adalah hasil kerja keras buruh-buruh tersebut yang turut andil membesarkan usaha milik ayahnya.

[Gambas:Youtube]


Go Back to China adalah film panjang besutan sutradara Amerika berdarah Asia, Emily Ting. Cerita film ini didasarkan dari dokumenter yang pernah digarap Emily 2008, berjudul Family Inc di mana ia mengabadikan pengalaman pribadinya bekerja di pabrik boneka milik ayahnya yang temperamental.

Sosok ayahnya diwakilkan oleh aktor Richard Ng yang berperan sebagai pemilik pabrik mainan bernama Teddy Li.

Go Back to China adalah drama ringan yang menghibur. Film ini dengan teratur membawa kita menyelami pribadi Sasha Li yang berusaha berkontribusi pada hidup dan bisnis sang ayah namun di satu sisi, ia berusaha untuk mewujudkan hidupnya sendiri.

Kisahnya agak serupa dengan Crazy Rich Asians di mana seorang anak berusaha lepas dari bayang-bayang orang tua. Namun Go Back to China tak menyelipkan romansa apapun bagi sosok Sasha. Emily Ting benar-benar mendedikasikan cerita ini untuk sang ayah.

Go Back to China dapat disaksikan di Mola TV.



Simak Video "Haaland 2 Gol, Dortmund Bekuk Freiburg 4-0 "
[Gambas:Video 20detik]
(doc/nu2)