Presenter sekaligus aktris Fanny Ghassani mengaku momen berbuka puasa di bulan Ramadan sering menjadi waktu baginya untuk menikmati berbagai makanan tanpa terlalu membatasi diri.
Seperti diketahui, Fanny selama ini dikenal cukup disiplin menjaga bentuk tubuhnya. Ia rutin berolahraga dan memperhatikan pola makan demi menjaga kebugaran serta penampilannya di layar kaca.
Namun saat Ramadan tiba, Fanny mengatakan dirinya cenderung lebih santai dalam memilih makanan saat berbuka. Ia bahkan menyebut momen tersebut seperti cheating day baginya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebenarnya cheating day sih aku dari dulu gak pernah strict sama makanan. Aku selalu mencoba menikmati semua makanan yang ada di depan mata aku deh," ujar Fanny Ghassani di daerah Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Menurut Fanny, saat waktu berbuka tiba dirinya tidak ragu menikmati berbagai jenis makanan yang tersedia. Mulai dari makanan manis yang identik dengan takjil, hingga gorengan yang kerap menjadi favorit banyak orang saat berbuka puasa.
Meski begitu, Fanny tetap memiliki batasan tersendiri terkait berat badan yang ia jaga. Ia mengaku mulai lebih ketat mengatur pola makan jika angka di timbangan mulai mencapai batas tertentu.
"Misal, aku tuh khawatir kalau berat badan aku udah di 52 kilo. Gitu. Nah kalau aku udah di 52 kilo baru aku strict tuh makanan," lanjut Fanny.
Bagi Fanny, menjaga berat badan bukan sekadar soal penampilan pribadi, tetapi juga berkaitan dengan tuntutan pekerjaannya di industri televisi. Ia menyadari bahwa kamera sering membuat tampilan tubuh terlihat lebih besar dibandingkan kondisi sebenarnya.
"Aku kan kerja di TV juga. Kalau di TV itu berat badan kan nambah besar ya, nambah kayak 5 kilo. Jadi makanya kita secara tidak langsung dituntut untuk kecil, sekecil mungkin gitu supaya di TV tuh kelihatannya proporsional," papar Fanny.
Meski demikian, Fanny tetap berusaha menjalani pola hidup yang seimbang. Ia tidak ingin terlalu mengekang diri dalam menikmati makanan, terutama di momen spesial seperti Ramadan.
Baginya, menikmati makanan saat berbuka puasa juga menjadi bagian dari kebahagiaan sederhana setelah menjalani aktivitas seharian sambil menahan lapar dan haus.
Karena itu, selama masih dalam batas yang ia anggap wajar, Fanny memilih menikmati berbagai hidangan berbuka tanpa terlalu merasa bersalah.
(pig/nu2)











































