Anjasmara Dibawa Mabuk Perankan Everyday is A Lullaby

Devy Octafiani - detikHot
Jumat, 18 Sep 2020 11:56 WIB
Everyday is A Lullaby
Foto: Everyday is A Lullaby (dok.Tuta Films)
Jakarta -

Everyday is A Lullaby menjadi karya terbaru dari aktor Anjasmara. Film tersebut ternyata menuntut banyak energi dari Anjas untuk dihidupkan.

Film bergenre drama ini menceritakan seorang penulis yang tengah sekarat dan ia menjalani hidup di dalam cerita yang ia buat sendiri. Berperan sebagai tokoh bernama Rektra, tokoh tersebut membuat Anjasmara tenggelam dalam banyak pikiran.

Berperan di film ini diakui Anjasmara bukan hal yang mudah. Butuh waktu mendalami peran tersebut dan banyak berkonsultasi dengan sang sutradara, Putrama Tuta. Untuk dapat mendalami karakter ini, Anjas mengaku mengingat satu-satunya kalimat untuk ia dalami.

"Saya diminta sama Tuta, A, gue nggak mau lu memainkan karakter ini, tapi jadi karakter ini. Bayangin gimana rasanya kalau lu lagi mabuk ketinggian," ungkap Anjasmara dalam jumpa pers virtual yang dilakukan baru-baru ini.

Bagi aktor yang besar lewat penampilannya di sinetron ini, karakter ini menjadi karakter yang paling menantang yang pernah ia jalani. Dalam film ini, Anjasmara diapit dua bintang perempuan yang menjadi lawan mainnya yakni Raihaanun dan Fahrani Pawaka Empel.

Fahrani mengungkapkan sekelumit tentang sosoknya yang berkaitan dengan tokoh Rektra yang diperankan Anjasmara.

"Marissa ini sebenarnya sayang banget sama Rektra. Tapi hubungan mereka kayak jalan satu arah karena Rektra punya banyak hal yang ia simpan di kepala. Kira-kira itu aja sih yang bisa gue omongin," ungkap Fahrani dalam kesempatan jumpa pers yang sama.

Di sisi lain, Raihaanun juga mendalami peran yang ia sebut unik dari peran-peran sebelumnya yang ia mainkan. Dirinya berperan sebagai Shakuntala, sosok yang juga bersinggungan dengan Rektra yang diperankan Anjas.

"Sejujurnya, saya kalau dapet film kan biasanya saya dapet yang mellow, tapi di sini, saya dapet karakter yang menyenangkan. Tuta (sutradara) bahkan ngomong, jadi diri sendiri dulu aja, karakter Thala ini nggak ada sedih tapi sedih," ungkap Raihaanun.

Everyday is A Lullaby akan mewakili Indonesia di ajang Busan Film Festival Oktober mendatang. Film ini menjadi satu-satunya film yang mewakili Indonesia di ajang festival film internasional tersebut.

Disutradarai Putrama Tuta, Everyday is A Lullaby ditulis naskahnya oleh penulis skenario, Ilya Sigma.



Simak Video "Cuplikan Film Anjasmara yang Segera Tayang di Festival Film Busan"
[Gambas:Video 20detik]
(doc/dar)