detikHot

Hari Film Nasional

Film Indonesia Cuma Punya Peluang Maju di Tengah Keterbatasan

Senin, 30 Mar 2020 12:02 WIB Devy Octafiani - detikHot
Gundala Foto: Gundala (dok.Screenplay)
Jakarta -

Industri perfilman Indonesia diyakini bakal makin berkembang. Meski tak dipungkiri masih banyak elemen yang masih kurang di beberapa bagian.

Joko Anwar menilai potensi perfilman Indonesia belum maksimal. Joko melihat dari sisi sumber daya manusia di industri perfilman itu sendiri.

"Ini karena sekolah dan lembaga pendidikan formal dan informal untuk film itu belum banyak terpusat di Jakarta. Kita kekurangan mereka yang di balik dan di depan layar," ungkap sutradara 'Pengabdi Setan' tersebut.

Hal ini disadari pula oleh sutradara Putrama Tuta. Ia mengatakan perfilman Indonesia hanya butuh satu langkah yang diambil bersama oleh para sineas dan penggiat industri ini.


"Sekarang kita kan disuruh disiplin banget untuk holding hands together, fight together, nah harusnya kan ini nggak hanya apply di kasus pandemi ini. Ini harusnya apply di semuanya, bahkan untuk majuin film sama-sama. Lets hold hand bareng-bareng, dari sisi ekosistemnya kita pakai secara maksimal," ungkapnya.

Sutradara 'A Man Called Ahok' ini melihat Indonesia masih memiliki peluang besar untuk terus meningkatkan dan mengembangkan industri perfilman.

"Semenjak kita bisa dapetin 11 juta penonton di 'Avengers: Endgame', itu dunia matanya udah ngeliat ke kita. Ngeliat kita punya penduduk 250 juta orang dan dengan keterbatasan yang kita punya kita bisa mencapai 11 juta penonton, berarti berapa persen coba yang baru berkembang dari 250 juta?," ungkap Tuta.

Peluang itu terlihat di antaranya masih memungkinkan jumlah bioskop yang kini sudah ada 1.900 layar terus bertambah. Di sisi lain, sisi sumber daya manusia yang seperti disinggung Joko Anwar masih minim memiliki banyak kesempatan untuk diisi.

"Jadi Indonesia nggak punya tempat lain untuk berkembang, kita nggak punya kesempatan untuk jalan mundur tapi cuma jalan maju. Bayangin kalau kita bergandengan tangan. Misal dari Sabang, Aceh udah ke reach out, Papua ke reach out, bioskop udah merata terus kultur bioskopnya udah ditingkatkan lagi kayak dulu, jadi kita nggak punya jalan buat mundur," imbuhnya.


Baca juga: Film Indonesia Makin Bagus, Ini Sederet Parameternya

Joko Anwar mengharapkan bakal muncul banyak sineas baru sekaligus pemain di depan layar yang makin meramaikan industri film Tanah Air. Baginya soal ini mesti ada pendidikan khusus agar membuat industri ini semakin maju.

"Ini bukan hanya jadi PR pemerintah. Misal rumah produksi daripada mempekerjakan teknisi atau SDM film yang tidak memiliki talent dan skill lebih baik mengadakan seperti workshop, misal kita butuh penulis skenario, PH aja dulu bikin pelatihan dulu, nanti dipekerjakan di perusahaan mereka setelah punya pengetahuan dan skill," saran Joko Anwar.




Simak Video "Han So Hee Bahas soal Adegan Ranjang di 'The World of the Married'"
[Gambas:Video 20detik]
(doc/nu2)

Photo Gallery
FOKUS BERITA: Hari Film Nasional
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com