Menunggu Panen Film setelah Masa Paceklik karena Corona

Devy Octaviany - detikHot
Senin, 30 Mar 2020 15:39 WIB
Hari Film Nasional
Foto: (ist.)
Jakarta -

Hari Film Nasional 2020 dirayakan ketika wabah virus Corona jadi masalah di Indonesia. Banyak rumah produksi pun menghentikan sementara kegiatan syuting.

Hal tersebut tentu begitu berdampak untuk industri perfilman, tak hanya Indonesia, tapi juga dunia. Ada beberapa film yang baru dirilis harus menghadapi berbagai anjuran pemerintah. Termasuk menjaga jarak hingga menghindari ruang publik.


"Sebenarnya ini menyulitkan karena sifatnya hanya imbauan, jadi bisa ditafsirkan macam-macam. Kan produksi film ini diimbaunya hanya mengurangi, harus ada social distancing, mengurangi berkumpul, bukan larangan. Nah tapi ditafsirkannya ke mana-mana. Nah ini menjadi repot. Kita melakukan SOP kewaspadaan, kebersihan kan tetapi tidak ada kepastian apa yang harus, apa yang tidak," kata Produser Starvision Plus, Chand Parwez.

Chand Parwez awalnya memprediksi bakal ada kenaikan yang pesat di tahun ini. Bahkan, prediksinya bakal ada lonjakan penonton sampai 60 juta. Selain melihat perekonomian di awal tahun, ia juga menilai ada banyak film Indonesia yang bagus.

Tapi dengan adanya pandemi Corona, ia kemudian yakin menghadapi masa paceklik yang panjang.

"Tapi, kalau insan film itu selalu semangat. Nanti kalau sudah lewat, kita dapat masa panennya kok," tuturnya.

Chand Parwez baru saja merilis film 'Mariposa' yang digarap bersama Falcon Pictures arahan Frederica. Film tersebut ditayangkan pada 12 Maret, yang merupakan hari-hari munculnya virus Corona di Indonesia.


Di Hari Film Nasional ini pun tak ada banyak yang diungkapkan oleh Frederica. Ia meyakinkan publik karya-karyanya bakal segera kembali.

"Dengan cinta kita akan kembali lebih kuat, tetap aman tetap positif untuk saat ini," katanya.



Simak Video "Ini Deretan Film Nasional yang Paling Banyak Dicari di Google"
[Gambas:Video 20detik]
(nu2/nu2)