"Target awal kita 500,000 sampai 700,000 penonton. Tapi, kita yakin kalau film ini bisa tembus hingga 1,5 juta penonton di Indonesia," ujar Eksekutif Produser, Rahayu Saraswati, saat jumpa pers di Kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan, Rabu (29/1/2014).
Bagi Sara sudah waktunya mengubah pandangan bahwa hanya film ringan saja yang laku dijual di Indonesia. "Sudah waktunya bukan cuma yang abal-abal saja yang laku, tapi film sejarah, kolosal juga. Karena film ini punya idealisme yang dikemas dengan menarik," tandasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Itu juga alasan kenapa bintang film 'Merah Putih Trilogy' itu menghimbau seluruh lapisan masyarakat, tidak cuma sutradara, tapi juga para teknisi lapangan untuk menonton.
"Bagi saya film ini sangat menggambarkan Bhineka Tunggal Ika, makanya patut untuk diputar di Indonesia. Saya ingin mendorong, bukans hanya sinematografer saja yang menonton," tuturnya.
"Saya yakin, kita semua bisa belajar banyak dari film ini. Paling sederhana adalah, bagaimana melihat identitas masyarakat asli Melayu di abad 19 dan bisa memberikan makna hidup yang lebih bagi kita semua," tutupnya.
(hap/mmu)











































