Kata Anna, dirinya diteror melalui pesan singkat dan telepon yang bernada penghinaan dan ancaman. Sang pelaku melakukannya beberapa kali, dan dikirimkan melalui beberapa nomor berbeda.
"Saya mendapat SMS teror dan telepon gelap. Pelaku kayaknya nggak main-main. Dia menghina saya, menyumpah dengan kata-kata binatang, bahkan mengancam," ungkapnya dengan nada serius saat dihubungi wartawan melalui telepon, Selasa (24/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski mendapat teror dan ancaman, Anna mengaku tak gentar. Perempuan yang juga berprofesi sebagai pengacara itu pun berharap agar sang pelaku segera sadar.
"Sebagai pengacara, saya sudah terbiasa dengan teror. Tapi kenapa pengecut sekali? Saya sudah bisa menduga siapa pelakunya. Saya kecewa dan berdoa supaya dia sadar," ucapnya.
Ditambahkan Anna, dirinya memang sudah bisa menerka siapa pelaku teror dan ancaman tersebut. Namun, Ia belum berniat melaporkan masalah tersebut ke pihak kepolisian.
"Saya pikir kalau masih berbentuk SMS dan telepon gelap, saya masih ignore. Yang pasti hal ini sudah saya laporkan ke pak Bonaran dan keluarga," tandasnya.
Film 'Mursala' dicekal sementara oleh Direktorat Pengembangan Industri Perfilman Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Hal itu akibat laporan Pengurus Pusat Majelis Budaya Pesisir dan Pariwisata Sibolga (MBPPS).
Film produksi Raj's Production itu sendiri mengangkat cerita budaya Batak tentang 70 marga yang berbeda dan tidak boleh nikah sampai sekarang. Keindahan panorama daerah Tapanuli Tengah, Sumatera Utara juga ditampilkan dalam film tersebut.
Penyanyi legendaris Iwan Fals khusus menciptakan lagu berjudul 'Mursala' untuk mengisi sountrack film tersebut. Film yang disutradarai Viva Westi itu juga dibintangi oleh Mongol, Tio pakusadewo, Rudy Salam, Roy Ricardo, serta Elsa Syarief.
(bar/ich)











































