Festival Film Netpack Jogja Kembali Digelar!

Festival Film Netpack Jogja Kembali Digelar!

- detikHot
Rabu, 05 Agu 2009 12:07 WIB
Festival Film Netpack Jogja Kembali Digelar!
Yogyakarta - Jogja Netpack Asian Film Festival (JAFF) yang keempat kembali digelar di Yogyakarta, mulai 4 hingga 8 Agustus 2009. 'Merantau' dan film karya sineas Asia lainnya pun siap unjuk gigi.

JAFF yang kali ini mengambi tema 'Homeland' atau tanah air itu berusaha mengangkat persoalan multikultural di tanah air. Hal ini dimaksudkan untuk menegaskan kembali bahwa kekuatan sinema bisa jadi medium refleksi.

Melalui pemutaran film, diharapkan dapat menjadi alat belajar masyarakat untuk lebih memahami persoalan realitas sosial yang terjadi di lingkungan terdekat mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"JAFF itu festival perlawanan. Kami mengangkat persoalan marginal yang selama ini luput dari perhatian banyak orang," kata Garin Nugroho, Presiden Jogja Asean Netpack Film Festival (JAFF) di Yogyakarta, Selasa (4/8/2009).

Menurut dia, JAFF ingin menebarkan nilai-nilai keutamaan yang bersumber pada religiusitas dan proses perubahan sosial, yang terjadi di negara Asia seperti Thailand, Filipina, Malaysia, Laos termasuk belajar dari konflik Palestina-Israel.

Dalam pembukaan festival nanti malam, akan dibuka dengan film 'Merantau' karya dari Gareth H. Evans. Film berlatar belakang budaya Minang Sumatera Barat itu ingin mengangkat cerita silat.

"Inilah film laga yang justru dibuat oleh orang luar Indonesia. Christine Hakim salah satu pemainnya," kata Garin.

Tercatat ada beberapa film dari karya sineas dalam negeri dan sejumlah negara Asia yang diputar baik dalam sesi kompetisi maupun non-kompetisi. Film lain yang diputar yaitu 'The Goat' (Filipina), 'Agrarian Utopia' (Thailand), 'Generasi Biru' (Indonesia), 'Ponmani' (Srilanka), 'Good Cat' (Cina), 'Malaysian God' (Malaysia), 'Invisible Children' (Singapura), 'Route 181' (Palestina). dan film kontroversial 'Good Morning Luang Prabang' (Thailand Laos).

Beberapa film karya sineas dalam negeri yaitu 'Blind Pig Who Wants to Fly', 'Die Yongen Kan Singen', lalu 'Drum Lesson'.

Sementara ini menurut Yoseph Anggi Noen, programmer JAFF, beberapa film tersebut akan mendapatkan penilaian dari juri terpilih. Meski belum dibuka, beberapa film seperti 'Cin(T)a' garapan sineas asal Bandung disebutkan tiketnya sudah banyak dipesan oleh penonton.

Ada juga film 'Mad About English' yang dibuat atas kolaborasi komunitas JAFF dengan Forum Festival Dokumenter (FFD) yang berkisah tentang bagaimana ribuan orang belajar bahasa Inggris jelang berlangsungnya piala dunia.

"Hal yang menarik, dari sejumlah karya yang pernah tampil di JAFF sebelumnya kini sudah melanglang ke festival bergengsi di luar negeri," kata Yoseph.

(bgs/hkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads