Main Stage

Mahen Berbagi Cerita dalam Album Perdana

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Selasa, 15 Jun 2021 13:38 WIB
Jakarta -

Petrus Mahendra atau Mahen akhirnya merilis album perdananya dengan judul Sebuah Cerita. Setelah mengeluarkan sejumlah single yang membuat namanya dikenal oleh para pendengarnya, pelantun Pura-Pura Lupa itu akhirnya merilis album yang ia perlakukan bagai 'anak pertama'.

Anak pertama Mahen itu berisikan 10 lagu. Selain mengumpulkan lima single yang telah dirilisnya, yakni Pura-Pura Lupa, Luka yang Ku Rindu, Datang Untuk Pergi, Cinta Selesai, dan It's Okay to Not be Okay, Mahen juga menambahkan lima lagu baru dalam albumnya, yakni Arloji, Putus Saja, Foto Lama, Seamin Tak Seiman dan LDR.

Dalam penggarapan Sebuah Cerita, Mahen juga dibantu oleh sejumlah nama, yaitu Pika Iskandar, Tito P.Soenardi, Ayu Purnamasari, Kamga, Beraldy Dean, Faiz Alfandy, Ilham Baso, Michael Juan, Daniel Mantiri, Banu Setiawan, dan lain-lain.

"Sebuah Cerita itu sebelumnya gue sudah punya lima single sebelumnya. Gue sepakat dengan label, membutuhkan lima lagu lagi. Menggarap lima lagu lagi dalam kurun waktu kurang dari dua bulan," ujar Mahen dalam wawancara dengan detikcom, baru-baru ini.

Mahen mengatakan, lewat Sebuah Cerita, dia ingin menjadi teman bagi para pendengarnya. Itu mengapa dirinya tidak selalu menulis lagu berdasarkan kisah pribadinya.

Pria kelahiran 17 Desember 1996 itu cenderung memilih tema-tema terkait persoalan yang kerap dihadapi banyak orang. Dirinya ingin ketika para penggemarnya mendengarkan lagunya, mereka merasa tidak lagi sendirian.

"Sebenernya itu agak cukup berkait satu sama lain. Sebuah Cerita itu adalah sebuah perjalanan yang sudah seorang Petrus Mahendra lalui, terutama tentang cinta. Banyak yang sudah gue lalui. Karena memang yang gue bawakan itu banyak yang butuh lagu pengakuan," kata Mahen.

MahenMahen. Foto: Muhammad Ridho

"Jadi lets say Seamin Tak Seiman. Itu banyak lingkungan gue dengan kasus-kasus seperti itu, gue ingin banget orang merasa dengan lagu yang gue bawakan bisa terenyuh gitu lho, bisa terbawa suasana," sambung dia.

Menurut Mahen, Sebuah Cerita digarap dalam waktu yang terbilang singkat. Jadwal penggarapan album pun terbilang padat. Apalagi, membuat album penuh adalah pengalaman baru bagi Mahen.

"Ada beberapa lagu yang tercipta satu hari kelar, seminggu bisa dua kali, tiga kali recording jadi agak cukup padet jadwalnya. Mungkin bisa dibilang kan satu setengah bulan, tapi setengah bulannya itu untuk cari lagu tambahan," urainya.

Meski merasakan sulitnya menggarap album, tetapi Mahen mengaku puas. Bagi dia, kerja kerasnya terbayarkan saat melihat albumnya disukai oleh para penggemarnya.

"Banyak banget kesulitannya. Ketika dikejar deadline, ini cukup sangat padet untuk gue yang belum pernah ngebuat album. Tapi terbayarkan dengan respons mereka juga. Akhirnya lega sudah keluar," ungkap Mahen.

(srs/doc)