Podcast Main Stage

Rayssa Dynta, Sarjana Gizi yang Pilih Jadi Musisi

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Jumat, 16 Apr 2021 18:29 WIB
Rayssa Dynta
(Foto: Dikhy Sasra) Bagaimana akhirnya Sarajana Gizi ini banting setir dan fokus ke karier menyanyi?
Jakarta -

Rayssa Dynta mulai terpikir untuk berkarier di musik secara serius sejak duduk di bangku perkuliahan. Dirinya saat itu mulai mengenal sejumlah teman yang berkecimpung di industri musik dan mulai tertarik untuk mendalaminya.

Pada mulanya, ia membawakan lagu orang lain diiringi dengan gitar dan ukulele yang direkamnya secara sederhana menggunakan ponsel. Biasanya, lagu itu kemudian diunggahnya ke Soundcloud.

Lambat laun, Rayssa Dynta mulai menciptakan lagunya sendiri dan diperdengarkan pada teman-teman dekatnya. Secara perlahan, dia pun akhirnya mulai memiliki tekad untuk mempublikasikan lagu ciptaannya.

Lagu-lagu ciptaannya itu pun ia rangkum dalam mini album perdananya yang berjudul Prolog yang dia keluarkan pada 2018.

Rupanya, perempuan kelahiran 8 Februari 1995 itu memiliki latar belakangan pendidikan yang cukup berbeda dari apa yang dia geluti saat ini. Dirinya menempuh pendidikan di program studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia.

Hal itu, menurut Rayssa Dynta, adalah karena dirinya sejak kecil memang tidak pernah terpikir untuk menggeluti musik sebagai bidang pekerjaannya.

"Gue nggak pernah mikir, gede ingin jadi musisi. Pasti inginnya jadi dokter, ya yang generik-generik gitu lah. Tapi pas dijalanin, jadi musisi kayaknya ada panggilannya," ujar Rayssa Dynta dalam wawancara dengan detikcom, baru-baru ini.

Perjalanan karier Rayssa Dynta di industri musik bukannya dilalui tanpa rasa ragu. Selepas lulus sebagai sarjana gizi, dirinya pernah bekerja di sebuah rumah sakit terlebih dahulu selama satu bulan.

"Sempat (bekerja), karena gue kesehatan, gue pernah kerja di rumah sakit. Dan bukannya gue nggak suka, cuman it's just not for me," tutur dia.

Sebelum memutuskan keluar dari pekerjaannya untuk terjun sepenuhnya ke industri musik, Rayssa Dynta sempat meminta pendapat ke banyak orang dan memikirkannya secara masak-masak.

"Waktu gue harus membuat keputusan itu, gue ngobrol dengan sangat banyak orang. Dan ada satu temen gue yang bilang, kerjaan yang lo pilih dan lo suka itu adalah kerjaan yang mau dibayar atau nggak, lo mau ngerjainnya. 'Hm, apa ya? Musik kali ya'. Gue ngebayangin kalau kerja di rumah sakit atau gimana kalau nggak dibayar gue nggak ingin ngelakuinnya," ceritanya.

Kini setelah mengeluarkan Prolog, Rayssa Dynta juga telah menelurkan Allegory: Act I dan Allegory: Act II beserta sejumlah single.

Ingin tahu kisah Rayssa Dynta secara lengkap? Jangan lupa dengankan di Podcast Main Stage detikhot di sini.

(srs/aay)