Tubuhnya yang tinggi semampai juga tak pernah disadari oleh wanita penyuka pantai itu sebagai modal yang pas ketika dirinya ikut ajang pemilihan Gadis Sampul pada 1999. Sigi merasa, ketimbang peserta lainnya ia terlihat tomboy dan jauh dari kesan feminin.
Potongan rambutnya kala itu juga tak jauh berbeda seperti sekarang, pendek dan simple. Sarjana arsitektur lulusan Universitas Tarumanegara itu mengenang, alasannya ikut pemilihan Gadis Sampul kala itu karena tergoda dengan hadiah yang ditawarkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun menargetkan bisa menang saat itu. Masuk ke tahap finalis, menurutnya sudah lebih dari cukup. Apalagi, pesaingnya saat itu dinilainya jauh lebih cantik ketimbang dirinya sendiri.
Tak jarang, ia sempat merasa minder. Maka, Sigi pun mengaku tak ngoyo harus menang kala itu. Tahap demi tahap proses karantina hingga penjurian pun ia jalani dengan santai. Tak disangka, akhirnya ia dinyatakan layak membawa pulang gelar juara.
"Senanglah akhirnya menang, kan hadiahnya banyak banget," selorohnya.

Jalan terang menapaki dunia modeling pun terbuka lebar. Ia kemudian sempat bergabung dengan agensi Elite Models dan kariernya pun terbentang hingga ke luar negeri.
"Sempat jadi model di Hong Kong, terus balik lagi ke Indonesia. Dari situ tawaran main akting datang, dan aku mulai nyoba main FTV sampai film. Ya, bisa dibilang dari situ karier aku terbuka," tuturnya.
(doc/hkm)











































