Bagaimana bisa menjadi host Indonesian Idol?
Saya termasuk orang yang cukup mengikuti dan ngefans acara ini. I think it's a great show. Awal tahun ini saya dihubungi Freemantle dan RCTI. Saya ikut casting, ketemu dengan Daniel, tes kamera, saya mengikuti semua prosedur untuk jadi host.
Komentar soal penampilan pertama kamu sebagai host Idol?
It was a crazy night, first day of my job. Karena script dan semuanya masih baru, terus pertama kali juga bikin workshop, ada beberapa yang mungkin kurang dikomunikasikan dengan baik. Sebenarnya aku dan Daniel sudah klik banget, tapi ya gitu.
Merasa ada kekurangan pada penampilan pertama?
Untuk dapetin tek-tok dan bahasanya menurut saya juga sedikit sulit, karena aku biasa ngomong bahas prokem, gaul gitu, sekarang agak formil. Manggil juri biasanya Mas Anang, Mas Indra, sekarang nggak boleh manggil mas.
Pendapat Dewi soal Indonesian Idol?
Di satu sisi iri, enak banget anak-anak zaman sekarang ada sarana, fasilitas, punya opportunity. Di zaman 90-an nggak ada. Aku respek banget sama anak-anak ini, untuk dapetin 24 besar ini, aku ngikutin banget, it's hard, fisik dan mental.
Merasa ada peningkatan karir sejak jadi host Idol?
Buat aku ini upgrade, naik kelas. Karena kemarin-kemarin bawain acara lebih santai, bebannya nggak seberat ini. Sekarang live 3 hours kita harus setirin acara ini mau dibawa ke mana.
Imej apa yang mau ditampilkan sebagai host Idol?
Aku di sini bukan mau menggantikan Ata. Ata is a really good host, excellent job, bawain Indonesian Idol paling lama. Aku adalah Dewi yang datang dengan packaging apa adanya, aku memang orangnya ceplas-ceplos banget, spontan. Makanya kemarin agak kaku karena script banget dengan bahasa yang sangat manis.
Simak obrolan lebih lanjut detikhot dengan Dewi Sandra dalam Hot Profile (2). Ia bicara soal rencananya menggaet Luna Maya dan Sandra Dewi.
(eny/eny)











































