Curhat Maia Jelang Tengah Malam (2)
Minggu, 18 Nov 2007 08:11 WIB
Jakarta - Maia Estianty membeberkan kronologi peristiwa mengapa ia sampai menjemput paksa anak-anaknya di lokasi syuting. Maia yang ditemui 2 infotainment dan wartawan detikhot di teras rumah kontrakannya, Jl. Metro Alam V No. 24, Pondok Indah, Jakarta Selatan, mencurahkan segala kekesalannya.Sebelumnya dalam 'Curhat Maia Jelang Tengah Malam (1)', Maia mengaku menghubungi putranya, Al, yang tengah syuting sinetron. Maia meminta pada Al menyerahkan telepon gengam miliknya pada sutradara sinetron yang dibintanginya. Berikut lanjutan curhat pentolan Ratu itu?Lalu Mba Maia bicara apa pada sutradaranya?Aku sudah bilang, bukannya aku ngelarang anak-anak untuk syuting. Tapi karena 2 minggu lagi anak-anak mesti EHB (Evaluasi Hasil Belajar-red) dan si Dul juga habis sakit, akhirnya aku tanya lokasi syuting dan kontak untuk konfirmasi. Aku tanya alamatnya nggak dikasih juga, akhirnya yang memberitahu malah anak-anak saya.(Setelah mendapat informasi dari anaknya, Maia langsung menuju lokasi syuting sinetron terbaru anak-anaknya, 'Petualangan Al, El, Dul' ke-2. Syuting dilakukan di kawasan Studio Alam, Depok).Langsung aja aku datengin pimpronya (pimpinan produksi-red), aku tanya PH tersebut, untuk minta diatur lagi waktunya. Rupanya pas aku datang, aku malah dihadang sama orang yang berpakaian preman yang mengaku petugas keamanan.Sebelumnya aku sudah minta alamat kantor dia, biar aku bikinin surat resmi untuk konfirmasi syuting, tapi tetap tidak ada tanggapan yang baik. Habis itu aku langsung SMS pakai bahasa yang baik, aku telepon, aku miskol-miskol nomor si Dian, tapi nggak juga dijawab. Ini kan kurang ajar namanya, pasti ada unsur kesengajaan. (Maia bertutur dengan berapi-api, seperti emosi-red)Aku telepon lagi, Dadang, pimpronya, tapi nggak dijawab juga. Untungnya anakku sudah bilang lokasi syutingnya di daerah Depok. Aku coba telepon Mas Dhani, malah jawabannya apa, dia malah nantangin aku untuk lapor polisi, dan menantang aku suruh lapor KPAI. Saya makin merasa terlecehkan sebagai ibu karena aku sayang sama anak-anakku, aku concern terhadap mereka, kesehatan dan pendidikan mereka.(Setelah tahu lokasi syuting anaknya, Maia meluncur ke Studio Alam, Depok. Di sana ia ternyata dihadang oleh seorang yang mengaku sebagai petugas keamanan).Pas masuk dihadang sama satpam aku tanya siapa yang menyuruh dan berani menghadang aku, satpam bilang ini manajer yang menyuruh. Pas aku tahu kelalaian dia tidak menggunakan seragam, aku tanya apa hak kamu nahan-nahan aku, aku ini ibunya anak-anakku, Anda juga tidak berpakaian, kalau memang harus ditahan mana bukti suratnya.Setelah aku tanya begitu hansip itu kabur. Hansip itu datang lagi (dan bilang-red) oke saya mau bicara tapi nggak ada teman-teman infotainment. Dia (hansip-red) ditemanin Dian dan manajer.Dian juga bilang, kalau ada infotainment saya mundur nggak mau bicara dan manajer tersebut juga angkat tangan lebih memilih mundur. Akhirnya udah nggak ada yang berani ngomong, akhirnya aku panggil anak-anakku Al, El dan Dul, ayo pulang. Akhirnya mereka semua pulang.(Saat kejadian di atas terjadi, beberapa infotainment dan media cetak ikut menyaksikan. Pada Maia pun sempat terlontar beberapa pertanyaan, salah satunya tidakkah ia takut dituntut karena menghentikan syuting. Kejadian itu dan jawaban Maia atas pertanyaan itu dituturkan kembali olehnya)Lho kenapa harus takut. Silahkan tuntut saya perdata, saya akan tuntut secara pidana karena mengeksploitasi anak di bawah umur.Curhat Maia masih berlanjut. Ia kemudian menuturkan perasaannya dan harapannya pada anak-anaknya. Simak kisahnya di 'Curhat Maia Jelang Tengah Malam (3)'. (eny/eny)











































