×
Ad

Sengkarut dengan Ruben Onsu Belum Kelar, Sarwendah: Semoga Selesai Baik-baik

Febryantino Nur Pratama - detikHot
Selasa, 02 Jun 2026 09:09 WIB
Sarwendah dan keinginannya menghadapi masalah pascacerai dengan Ruben Onsu. Foto: Febryantino/detikcom
Jakarta -

Konflik pascaperceraian antara Sarwendah dan Ruben Onsu belum selesai. Ruben Onsu merasa nggak mendapat hak sebagai ayah, ada lagi soal nafkah yang disetop hingga urusan harta gana-gini yang ternyata masih belum tuntas.

Rumah yang ditempati oleh Sarwendah disebut masih menjadi jaminan atas utang perusahaan milik Ruben Onsu yang disebut menunggak selama dua tahun. Di tengah berbagai persoalan yang mencuat ke publik, Sarwendah buka suara.

Meski tidak dapat hadir langsung dalam konferensi pers yang digelar kuasa hukumnya, Chris Sam Siwu, di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (1/6/2026) malam, Sarwendah menyempatkan diri bicara melalui sambungan video call.

"Maaf saya nggak bisa hadir soalnya saya masih ada kerjaan... dan nyari duit halal kan... dan segala sesuatunya udah diwakilkan sama kuasa hukum saya, gitu," kata Sarwendah dari layar ponselnya.

Mantan personel Cherrybelle itu mengaku hanya berharap seluruh persoalan yang sedang dihadapi dapat diselesaikan secara baik-baik. Baginya, kepentingan anak-anak tetap menjadi prioritas utama.

"Jadi ya semoga semuanya bisa diselesaikan dengan baik-baik sesuai dengan kesepakatan karena sekali lagi dan terus menerus saya selalu memikirkan kasihan dengan anak-anak saya, gitu. Terima kasih ya. Maaf nih saya harus kembali nyari duit lagi. Kalian bisa melihat saya juga lagi live nyari duit," ungkapnya sebelum menutup sambungan telepon.

Dalam kesempatan yang sama, Chris Sam Siwu membantah tudingan yang menyebut Sarwendah mempersulit Ruben Onsu untuk bertemu maupun mengetahui perkembangan anak-anak mereka.

Menurut Chris, justru Sarwendah yang selama proses perceraian lebih berinisiatif menjalin komunikasi dengan Ruben. Namun, setiap kali mencoba menghubungi mantan suaminya itu, Sarwendah disebut diarahkan untuk berkomunikasi melalui kuasa hukum.

"Wenda itu malah lebih sering me-chat RO pada saat proses perceraian. Lalu dari pihak RO balasnya, 'Hubungi lawyer saya'. Itu yang selalu dibilang, saya ditunjukin chat-nya. Jadi sebenarnya yang menolak komunikasi langsung dari awal adalah RO," ujar Chris.

Ia menilai urusan hukum seharusnya tidak dicampuradukan dengan urusan anak. Sebab, meski telah bercerai, Ruben dan Sarwendah tetap merupakan orang tua yang harus berkomunikasi demi kepentingan anak-anak mereka.

"Tunjukkan deh, kalau nggak buktinya dia WA ke klien saya. Jangan 6 bulan lalu dia WA, terus nggak pernah balas, nggak pernah chat lagi terus dibilang ini dipersulit. Nggak gitu komunikasi. Ada anak," tegasnya.

Chris juga menjelaskan tudingan mempersulit baru bisa dibuktikan apabila Ruben benar-benar datang untuk menemui anak-anaknya, tapi dihalangi.

"Misalnya RO datang, 'Oh anaknya nggak ada di rumah', nah itu bisa dibilang mempersulit. Tapi kalau ada jadwal les, bapaknya maksa mau minta anaknya, loh sekarang masa nggak diambil langsung dari tempat les. Ya psikologis anak juga kan bermasalah," tambahnya.

Soal Harta Gana-gini

Tak hanya soal anak, pihak Sarwendah juga meluruskan tudingan yang menyebut dirinya memilih-milih aset saat pembagian harta bersama. Chris menjelaskan dari empat aset tidak bergerak yang dimiliki bersama, yakni satu vila, satu apartemen, dan dua rumah di Jakarta Selatan, Sarwendah hanya meminta satu rumah untuk tempat tinggal anak-anaknya.

Namun, pihaknya mengaku terkejut saat mengetahui rumah tersebut masih berstatus agunan bank dengan nilai utang yang sangat besar.

"Jujur aja kami merasa kecolongan. Kenapa? Rumah yang diberikan ke kami itu adalah aset yang tidak bersih, dijaminkan di bank dengan utang yang fantastis. Di mana yang mengajukan ke pihak bank adalah RO. Di dalam kesepakatan RO harus membayar," jelas Chris.

Menurutnya, kesepakatan mengenai pelunasan utang rumah tersebut terus berubah. Awalnya, kewajiban pembayaran disebut menjadi tanggung jawab Ruben. Namun, dalam proses negosiasi muncul usulan agar utang tersebut dibagi dua.

Meski demikian, Sarwendah disebut tetap menunjukkan itikad baik dengan bersedia ikut menanggung kewajiban tersebut. Bahkan, pada tahap berikutnya, ia diklaim siap melunasi seluruh sisa utang seorang diri dengan syarat rumah tersebut langsung dibalik nama atas namanya.

"Setelah klien kami memutuskan, 'Oke kita akan lunasi', ada lagi tambahannya, minta dikembalikan uang yang sudah dibayar sebelumnya. Coba bayangkan, yang sudah Ruben bayarkan ke bank itu minta dibalikin," ungkap Chris.

Pihak Sarwendah mengaku heran dengan berbagai perubahan kesepakatan yang terjadi selama proses negosiasi berlangsung.

"Kita sudah mengalah akhirnya dibagi dua, last minute mereka bilang harus Wenda yang bayar semua. Ini apa lagi gitu yang mau dipermasalahkan oleh pihak mereka," pungkasnya.



Simak Video "Video: Sarwendah Penuhi Panggilan Polisi soal Laporan Pencemaran Nama Baik Anak"

(fbr/pus)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork