Keluarga almarhumah Dwhinta Anggary menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya pada Selasa (24/3/2026) malam. Dwhinta, cucu dari komedian legendaris Mpok Nori, meninggal dunia diduga dibunuh oleh mantan suaminya, Fuad.
Peristiwa tragis itu terjadi di rumah kontrakan korban di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, pada Sabtu (21/3/2026). Kakak korban, Dian Puspitasari, mengatakan pemeriksaan yang dilakukan penyidik mencakup berbagai hal terkait kejadian tersebut.
"Banyak, kita nggak dihitung. Semuanya menyangkut kejadian kemarin itu," kata Dian di Polda Metro Jaya pada Selasa (24/3/2026) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dian menyebut ada empat orang dari pihak keluarga yang diperiksa, termasuk ibunya dan iparnya. Selain itu, pemilik kontrakan tempat kejadian juga turut dimintai keterangan.
"Kita dari empat orang. Ibu saya, ada saya, sama ipar. Iya, yang punya kontrakan juga, yang masuk ke kontrakan tersangka," ungkapnya.
Ia juga memastikan tidak bertemu langsung dengan tersangka saat berada di Polda Metro Jaya. Namun, beberapa anggota keluarga lain sempat melihat pelaku saat sedang digiring petugas.
"Kita nggak ketemu. Cuma adik-adik saya yang ketemu, itu juga nggak sengaja pas dia lagi digiring," ujarnya.
Terkait pemeriksaan, Dian menyebut penyidik turut menanyakan soal komunikasi terakhir korban.
"Ya sekitaran itu saja yang ditanyain," katanya.
Dian juga mengatakan tidak ada interaksi maupun permintaan maaf dari pelaku kepada pihak keluarga.
"Kita mau ngomong apa ya? Orang cuma dia lewat doang. Dia juga mungkin nggak tahu kalau ada kita," ucapnya.
Pihak keluarga kini menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian.
"Ya kita tinggal nunggu dari bapak polisi. Saya juga makasih banget sama penyidik sudah sampai hari ini masih bantuin kita," ujar Dian.
Ibu korban berharap pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya. Dian menambahkan keluarga ingin proses hukum berjalan cepat dan pelaku segera dijatuhi hukuman.
"Supaya dihukum seberat-beratnya pelaku," ucapnya.
"Dihukum seberat-beratnya. Ya gitu saja, makasih ya. Maaf ya. Semoga cepat pokoknya cepat selesai, terus dihukum yang setimpal dengan perbuatannya," kata Dian.
Sementara itu, adik korban, Dana Safiah, mengungkapkan adanya dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami korban semasa hidup. Namun, ia belum bisa bicara lebih lanjut.
"Kalau KDRT bisa dibilang iya, tapi untuk selanjutnya nanti kita lihat perkembangannya saja," ujar Dana.
Dana juga membenarkan adanya riwayat keguguran yang dialami korban tiga kali selama berumah tangga dengan pelaku.
"Kalau itu benar adanya. Kalau keguguran, iya benar," ucapnya.
Namun, ia enggan membeberkan lebih jauh terkait motif maupun latar belakang pelaku. Sebelumnya dikabarkan ada dugaan perselingkuhan.
"Kalau itu saya nggak mau bahas terlalu panjang. Yang penting tolong dibantu terus saja biar perkembangan ini makin berlanjut, dan pelaku dihukum seadil-adilnya," pungkasnya.
(fbr/mau)











































