Dugaan pembunuhan cucu Mpok Nori, Dwintha Anggary, masih jadi perhatian. Terduga pelaku disebut merupakan mantan suami siri Dwintha, seorang berinisial FD, seorang WNA, dari Irak.
Berikut POV terduga pelaku di mata keluarga korban yang dijabarkan oleh kakak korban, Diah, saat ditemui di kawasan Jakarta Timur, Senin (23/3/2026):
Keluarga Korban Kecolongan
Diah mengatakan menjelang awal Ramadan kemarin, tepatnya saat nisfu Syakban, Dwintha ditalak cerai oleh suami sirinya, FD. Namun, FD meminta kembali dan ditolak oleh Dwintha.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Dwintha dan suami sirinya menikah pada 2019 dan tinggal di kawasan Puncak, Jawa Barat. Setelah berpisah, Dwintha pindah ke kontrakan yang menjadi tempat kejadian perkara dugaan pembunuhan, di kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur.
"Ngontrak di situ juga karena baru karena adik saya diterima kerja di SPPG, jadi... MBG kan.Nah, semenjak adik saya kerja, temannya banyak, jadi dia ada aktivitas keluar. Kayaknya diduga cemburu, rasanya begitu," kata Diah.
Keluarga korban merasa kecolongan karena semula mengira FD tinggal jaug dari Dwintha. Ternyata, FD juga mengontrak di dekat tempat tinggal Dwintha.
"Dikiranya suaminya ini sudah pergi jauh, gak tahunya dia ngontraknya di depan taman sini. Makanya kita agak-agak kecolongannya di situ," ungkap Diah.
Terduga Pelaku Pernah Ancam Bunuh Diri
FD disebut kakak Dwintha pernah mengancam akan bunuh diri. Kondisi itu membuat ibunda Dwintha emosi.
"Ibu saya emosi, langsung ke kantor polisi manggil polisi. Polisi-nya datang, dia-nya kabur. Nah, kabur gitu ya sudah hilang tuh hampir seberapa minggu gitu. Nah, dia balik lagi, ya sudah saya (pikir) pisah gak apa-apa deh, tapi ya itu, ternyata malah pindahnya dekat situ," tutur Diah.
Semula keluarga korban berpikir cukup memantau FD agar tidak bertingkah macam-macam. Namun, ternyata keluarga korban kecolongan hingga terjadi dugaan pembunuhan yang menyebabkan Dwintha meninggal dunia.
Perkenalan Korban dan Terduga Pelaku
Diah, kakak korban, mengatakan adiknya, Dwintha, mengenal FD di Malaysia saat kerja.
"Dulu adik saya kan diajak bibi saya ke Malaysia kerja, ceritanya. Nah, terus ketemu sama dia. Dia itu kalau gak salah dari Irak, pas ada perang, nah dia jadi kayak yang diperbantuan untuk datang ke Malaysia gitu. Ketemulah sama adik saya di situ," kata Diah.
Tidak Pernah KDRT saat Berumah Tangga
Diah mengatakan rumah tangga adiknya dengan FD gak pernah menunjukkan adanya kekerasan. Diah melihat FD sayang kepada Dwintha.
"KDRT... gak pernah ada gitu. Maksudnya kayaknya dia sayang sih sama adik saya, tapinya kalau menurut orang Irak itu kan perempuan gak boleh pegang uang kalau gak salah ya. Jadi 'Kamu mau apa, silakan minta, saya penuhi'. Tapi kalau misalnya minta uang atau pegang uang kayaknya gak dikasih," cerita Diah.
"Paling ya debat-debat ringan aja. Cuma memang kalau orang nada sana kan nadanya tinggi-tinggi, jadi kita dengarnya kayak orang lagi berantem aja gitu. Cuma kita sudah terbiasa dengarnya, tapi kalau masalah KDRT gak, enggak pernah ada."
Pekerjaan Terduga Pelaku
FD disebut kerja di Puncak. Namun, keluarga Dwintha gak mengetahui secara rinci pekerjaan FD.
"Kalau dulu pas di Puncak dia kerja jadi bagian parfum. Saya gak ngerti bagian apa, tapi di parfum. Pas pindah ke Jakarta, terakhir dia kerja di Mangga Dua, sama parfum juga," tuturnya.
Namun, setelah Dwintha kerja, keluarga gak pernah melihat FD berangkat kerja.
Korban Pernah Mengandung Anak FD
Selama berumah tangga dengan FD, Dwintha disebut Diah sudah tiga kali mengandung. Namun, tiga-tiganya keguguran.
"Pas baru 4 bulan itu keguguran tiga-tiganya. Dan tiga-tiganya dia (pelaku) sama sekali gak ada (menemani). Entah pas lagi gak ada apa gak pernah, sampai dikuburin pun itu adik saya yang cowok tadi tuh yang nganterin, yang ngurusin semuan
Update Terbaru Terduga Pelaku Ditangkap
FD diduga sempat berusaha kabur ke Sumatera usai Dwintha diduga tewas dibunuh di kontrakannya. Dilansir dari detikcom, dalam akun Instagram resmi Resmob Polda Metro Jaya, Senin (23/3/2026), pelaku tampak mengenakan hoodie berwarna hitam, duduk di kursi dekat jendela saat menaiki bus menuju Pulau Sumatera.
Penangkapan dilakukan pada Sabtu (21/3) siang. Bus yang ditumpangi pelaku menuju Pulau Sumatera dihentikan polisi saat berada di Kilometer 68 Tol Tangerang-Merak, Banten.
Pelaku langsung turun dari bus dan digiring ke Mapolda Metro Jaya untuk diperiksa lebih lanjut. Dalam video itu disebutkan pelaku sempat kabur ke Bogor hingga Sukabumi untuk menghilangkan jejak.
(pus/ass)











































