King Faaz (13), putra Fairuz A Rafiq menunjukkan keseriusannya dalam menghapal Al-Qur'an. Putra dari pasangan Fairuz Arafiq dan Sonny Septian itu rutin menjalani hapalan dengan sistem reward khusus selama Ramadan.
Bukan sekadar setoran ayat, Fairuz menjelaskan konsep reward hapalan yang diterapkan. Mereka juga menilai adab dan akhlak anak.
"Ilmu itu harus sejalan dengan adab dan akhlak. Jadi bukan cuma hapalannya saja yang dinilai," ujar Fairuz ditemui di Studio TransTV, Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (27/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sonny menyebut pola didik yang mereka terapkan adalah disiplin pakai hati. Mereka tak ingin memaksa, melainkan mengajak anak memahami makna ibadah sejak awal.
Fairuz menekankan kecintaan pada Al-Qur'an tidak bisa muncul tiba-tiba. Anak perlu diarahkan, dikenalkan isi, dan kisah di dalamnya, hingga akhirnya tumbuh rasa cinta secara alami.
"Kita selalu bilang, ini semua dari Allah, kita cuma perantara. Jadi cintanya jangan ke orang tua dulu, tapi prioritaskan ke Allah," jelasnya.
Menurutnya, ketika anak menempatkan Allah sebagai prioritas utama, mereka akan otomatis belajar menghormati orang tua dan orang di sekitarnya. Meski konsisten, Fairuz mengakui tetap ada momen Faaz merasa jenuh.
"Kalau lagi nggak mood, ya sudah. Gak pernah dipaksa harus selesai saat itu juga," katanya.
Mereka justru memberi pemahaman soal konsekuensi menunda hapalan dan manfaat jika dikerjakan tepat waktu. Pendekatan ini membuat Faaz dan adik-adiknya justru sering berinisiatif sendiri untuk mengaji.
Bahkan sang adik yang masih berusia 4 tahun ikut antre ingin memegang Al-Qur'an karena melihat lingkungan rumah yang terbiasa dengan kebiasaan tersebut.
"Kalau kita memerintahkan, tapi gak memperlihatkan, mereka gak akan mencontoh. Tapi kalau mereka lihat, mereka akan ikut," ujarnya.
Untuk hapalan, Faaz kini fokus murajaah juz 30 hingga 27 yang sudah dihapalnya. Metode pengulangan dilakukan agar hapalan tetap terjaga dan tak mudah lupa.
Sementara adiknya fokus menghapal juz 30 dan si bungsu mulai dari surat-surat pendek. Bagi Fairuz dan Sonny Septian, kunci parenting mereka sederhana: melibatkan Allah dalam setiap aktivitas keluarga.
"Kita saling sayang, saling jaga. Kalau sayang, bukan cuma mau bersama di dunia, tapi juga ingin bertemu lagi di surga," tegas Sonny.
(pus/pus)











































