Unik! Fairuz dan Sony Septian Bikin Rapor Ramadan demi Semangati Anak Puasa

Unik! Fairuz dan Sony Septian Bikin Rapor Ramadan demi Semangati Anak Puasa

Muhammad Ahsan Nurrijal - detikHot
Rabu, 25 Feb 2026 06:01 WIB
Fairuz A Rafiq dan Sony Septian
Fairuz dan Sonny Septian saat ditemui di kawasan Jakarta. Foto: Ahsan/detikHOT
Jakarta -

Pasangan selebritas Fairuz A Rafiq dan Sony Septian punya cara unik untuk mendidik ketiga buah hatinya, King Faaz, Queen Eijaz, dan King Zhafi, dalam menjalani ibadah di bulan suci Ramadan.

Bukan sekadar menyuruh berpuasa, keduanya menerapkan metode kreatif berupa rapor Ramadan yang sukses bikin anak-anaknya semangat mengejar pahala.

Fairuz A Rafiq mengungkapkan, metode ini terbukti ampuh membuat suasana Ramadan di rumah menjadi lebih kompetitif dalam hal kebaikan. Ketiga anaknya, berlomba-lomba mendapatkan poin yang ditandai dengan stiker bintang di papan rapor mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

"Alhamdulillahnya sih, 3 anak-anak ini kan sekarang lagi semangat banget di bulan Ramadan ini karena ada rapornya. Rapor Ramadan ini," ungkap Fairuz A Rafiq di Studio Trans7, Warung Buncit, Jakarta Selatan, Selasa (24/2/2026).

Isi rapor tersebut ternyata cukup detail. Bukan hanya soal menahan lapar dan haus, keduanya memasukkan penilaian adab dan perilaku sehari-hari. Mulai dari salat tepat waktu, mengaji, hingga bagaimana mereka mengontrol emosi terhadap saudara dan orang tua.

"Nah rapornya itu ada tentang tingkah laku, adab, akhlak, itu ada stikernya dikasih poin-poin. Terus kalau yang untuk Al-Qur'an ada poinnya sendiri juga. Jadi mereka ngejar gitu," terang Fairuz A Rafiq.

Selayaknya rapor sekolah, ada juga sistem pengurangan nilai. Jika anak-anak kedapatan bertengkar atau tidak menaati aturan, mereka tidak akan mendapatkan stiker bintang.

"Nah ini kemarin baru kejadian jadi berantem bertiga. Jadi berarti off, gagal, gak dapet stikernya," tutur Fairuz A Rafiq.

Poin-poin yang dikumpulkan ini tidak sia-sia. Sony Septian menjelaskan di penghujung Ramadan nanti, tepatnya saat malam takbiran, anak-anak boleh menukarkan pencapaian mereka dengan hadiah yang mereka inginkan.

"Reward dari apa yang mau dikasih dan reward dari apa yang dicapai buat mereka gitu. Akhirnya mereka ngerti," ujar Sony Septian.




(ahs/wes)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads