Jakarta - Heboh pernyataan Dwi Sasetyaningtyas 'Cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan', turut menyorot public figure alumni LPDP. Salah satunya, Tasya Kamila.
Hot Photo
Izin... Tasya Kamila Laporan Kontribusi Sebagai Alumni LPDP
Tasya Kamila dalam akun Instagram pribadinya, Selasa (24/6/2026) menuliskan laporan kontribusinya untuk Indonesia sebagai alumni LPDP. Dia mengatakan netizen atau masyarakat berhak mempertanyakan apa kontribusinya untuk Indonesia sebagai alumni LPDP. Foto: Dok. Instagram/tasyakamila
Mantan penyanyi cilik ini menempuh studi Master of Public Administration di Columbia University dengan beasiswa LPDP pada 2016-2018. Foto: Dok. Instagram/tasyakamila
"Sebagai sesama rakyat yang membayar pajak, aku sangat mengerti bahwa teman-teman mau 'investasi' kita semua melalui APBN dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan sumber daya manusia menghasilkan output yang baik buat bangsa. Untuk itu izinkan aku melaporkan apa saja yang sudah ku lakukan selama periode masa bakti LPDP dalam berkontribusi pada bangsa," tulisnya. Foto: Noel/detikHOT
Tasya menjabarkan background saat mendapatkan beasiswa LPDP. Saat mendaftar dirinya sudah bekerja di bidang industri kreatif. Dia menjabarkan alasan mengambil jurusan Administration in Energy and Enviromental Policy dan tujuan kuliah. Foto: Instagram @tasyakamila
Penyanyi cilik yang populer dengan lagu Libur Telah Tiba itu juga menuliskan daftar pencapaiannya semasa kuliahnya. Salah satunya adalah lulus tepat waktu dengan IPK (GPA) 3,75, aktif dalam organisasi pemuda internasional di bawah naungan PBB, dan selama masih kuliah berusaha memberikan sesuatu untuk Indonesia dengan mengembangkan proyek Desa Mandiri Energi di Sumba, NTT. Foto: Instagram @tasyakamila
Tasya juga menuliskan salah satu pencapaian untuk dirinya pribadi. Ada hal-hal yang mau gak mau dia lewatkan dan berusaha waras, seperti saat sang ayah meninggal dunia dan dia gak bisa pulang ke Indonesia. Foto: Instagram @tasyakamila
Dia menuliskan masa baktinya pada 2018-2023. "Disclaimer: LPDP tidak menuliskan secara eksplisit apa bentuk 'kontribusi untuk Indonesia' selama masa bakti. Menurtku, LPDP percaya bahwa Awardee-nya memiliki cara dan kapasitasnya masing-masing untuk berkontribusi," tulisnya. Foto: Daniel Ngantung/detikcom
Tasya Kamila menuliskan dalam tujuh poin kontribusi dirinya untuk Indonesia selama masa bakti LPDP. Poin pertama adalah berkomitmen untuk pulang ke Indonesia setelah lulus. Foto: Instagram @tasyakamila
Tasya aktif mengedukasi melalui media sosial hingga workshop melakukan gerakan akar rumput untuk keberlanjutan melalui yayasan Green Movement Indonesia. Dia juga memperdayakan pemuda Indonesia melalui talkshow, seminar, dan workshop untuk bidang pendidikan, kesehatan, dan lingkungan hidup. Foto: Instagram @tasyakamila
Ibu dua anak itu juga pernah menjadi tenaga pengajar di platform pendidikan online, masih aktif di industri kreatif Indonesia serta melestarikan lagu anak Indonesia. Tasya juga selalu membagikan informasi seputar parenting di media sosialnya. Foto: Instagram @tasyakamila
"Namun, buatku kontribusi kepada negeri tidak berhenti di masa bakti. Ini merupakan perjalanan dan komitmen seumur hidup untuk terus mencintai negeri, menghargai perjuangan rakyat, dan membangun Indonesia yang sejahtera dan berkelanjutan." Foto: Instagram @tasyakamila
Tasya mengingatkan pada masa sekarang banyak cara dan kesempatan untuk berkontribusi kepada negeri, baik secara konvensional dan modern. "Siapapun kita, memiliki tempat untuk berkontribusi, asal kita mengusahakannya. Termasuk kami, para Ibu Rumah Tangga," ungkap Tasya Kamila. Foto: Instagram@tasyakamila











































