Kronologi dan Riwayat Penyakit Ibunda Fedi Nuril Sebelum Meninggal Dunia

Kronologi dan Riwayat Penyakit Ibunda Fedi Nuril Sebelum Meninggal Dunia

Febryantino Nur Pratama - detikHot
Rabu, 20 Mei 2026 15:01 WIB
fedi nuril
Proses pemakaman ibunda Fedi Nuril di TPU Karet Bivak, Jakarta. Foto: ist
Jakarta -

Aktor sekaligus musisi Fedi Nuril mengantar sang ibunda, Gusmawati Nuril, ke peristirahatan terakhir di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2026). Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman.

Usai pemakaman, kakak Fedi, Nanda Nuril, kemudian menjelaskan kondisi kesehatan sang ibu sebelum meninggal dunia di rumah. Menurutnya, Gusmawati memang sudah mengalami gangguan kesehatan terkait paru-paru dan kesulitan menelan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya, dengan usia nyokap yang Agustus besok 75, udah penyakit orang tua ya. Udah ada gangguan paru-paru," kata Nanda usai pemakaman.

ADVERTISEMENT

Ia mengatakan, dokter sempat menyarankan agar sang ibu hanya mengonsumsi susu karena, air putih berisiko masuk ke saluran pernapasan. Bahkan, sang ibunda juga kerap tersedak namun berbeda di jelang kematiannya.

Nanda lalu menceritakan momen terakhir bersama ibundanya. Saat itu, sang ibu sempat memanggil dirinya karena tersedak air putih.

"Kemarin abis makan, kedengaran tuh suara tepuk tangan. Eh, nyokap manggil nih. Aku bilang, 'Kenapa, Ma?' 'Tolongin mama dong, kesedak air putih,'" kenangnya.

Menurut Nanda, kondisi sang ibu sempat berbeda dari biasanya karena mengalami muntah dan terlihat sangat kesakitan.

"'Nanda, Nanda, tolongin mama dong,' kayak kesakitan banget. Sebelumnya gak pernah," ujarnya sambil menahan haru.

Di tengah kondisi tersebut, ibundanya masih sempat meminta dipakaikan baju yang serasi sebelum dibawa ke rumah sakit.

"Mama saya kan orangnya matching ya. Pokoknya ambilin ini yang warna ini," kata Nanda.

Tak lama setelah itu, Nanda menyadari sang ibu berada di fase sakaratul maut. Ia kemudian membimbing ibundanya melafalkan zikir.

"Aku genggam gitu. 'Laa ilaaha illallah, laa ilaaha illallah.' Terus aku doa, 'Ya Allah, kalau udah waktunya, mudahkanlah,'" tutur Nanda.

Ia sempat membisikkan permintaan maaf dan ungkapan cinta kepada sang ibu sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.

"'Ma, I love you, Ma. I'm sorry for all my mistakes.' Gak lama... udah, semudah itu. Alhamdulillah," pungkasnya.

Nanda juga mengungkapkan penyakit sang ibu mulai terasa sejak bulan Ramadan lalu. Awalnya, Gusmawati mengalami batuk berkepanjangan hingga kesulitan berbicara.

"Dari diagnosis pertama, lumpuh pita suara sebelah. Dicek segala macam, ternyata mama pernah paru-paru basah. Kita gak tahu, mama juga gak merasa pernah sakit," jelasnya.




(fbr/wes)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads