Cara Ivan Kabul dan Evelina Tan menyambut hari bahagia terbilang unik dan tak biasa. Menjelang pernikahan yang tinggal menghitung hari, pasangan ini justru pilih membuat film pendek sebagai perjalanan.
Filmnya berjudul Yang Hilang Dalam Kita. Diproduseri oleh sinematografer Yopi Gunawan dan Yosua Aprilian sebagai sutradara, kisah ini bukan sekadar film dokumentasi.
"Inspired by-lah, tapi tentunya ada mendapatkan sentuhan-sentuhan dari script writer agar short movie ini semakin seru dan menarik untuk ditonton," ujar Evelina Tan saat dihubungi, Minggu (25/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bicara soal ide, Ivan dan Evelin tak pernah membayangkan kisah cintanya diterjemahkan dalam format film. Gagasan tersebut muncul dari Yopi Gunawan yang melihat potensi keduanya dari lensa kamera.
"Awalnya kita pun tidak terpikir bisa sejauh ini. Ide ini awalnya tercetus dari Ko Yopi yang menemukan dan melihat bakat dalam diri Ivan dan Evelin," tutur Evelina Tan.
Proses pengambilan gambar dilakukan di dua lokasi, Jakarta dan Pulau Harapan, yang merepresentasikan kampung halaman Evelin di Wahai. Kondisi medan yang tak mudah hingga cuaca dan jadwal yang padat pun bagian dari pengalaman tak terlupakan menjelang hari pernikahan.
"Karena sudah kenal ini juga membuat proses syuting terasa jauh lebih nyaman dan minim miskom. Jujur Ivan, Evelin, dan tim pun sangat puas dengan hasilnya," ujar Evelina Tan.
"Proses syuting yang diwarnai dengan perjuangan menghadapi mabuk di perjalanan, medan syuting yang tidak mudah, cuaca dan juga kejar-kejaran jadwal. Seru dan menantang sih mengenang proses syutingnya," timpal Ivan Kabul.
Film pendek Ivan dan Evelina bertajuk Yang Hilang Dalam Kita resmi ditayangkan pada 24 Januari 2026. Nontonnya di YouTube The Kabuls.
Sementara itu, Evelina Tan turut disinggung soal pernikahan. Ia mengungkap jarak menuju hari H kini semakin berdebar dan dekat.
"Sudah 20 hari lagi, rencananya 14 Februari 2026. Puji Tuhan sih sudah diurus semua sih, sudah 90 persen deh, tinggal pelunasan-pelunasan dan gimana hari H-nya saja," pungkasnya.
(mau/pus)











































