Nurul Arifin Kritik Yayasan Puteri Indonesia
Rabu, 09 Agu 2006 17:13 WIB
Jakarta - Nadine Chandrawinata memang berparas Indo, walau tak diimbangi dengan kemampuan bahasa Inggris. Yayasan Puteri Indonesia (YPI) pun mendapat kritikan untuk lebih menampilkan eksotika perempuan Indonesia ketimbang kemolekan fisik belaka.Kritikan ini disampaikan oleh Nurul Arifin, -salah satu selebriti yang mengikuti benar ajang pemilihan perempuan tercantik sejagat itu- saat ditemui usai talkshow bertajuk 'Citra Puteri Indonesia di Ajang Miss Universe' yang digelar di Hotel Nikko, Rabu (9/8/2006)."Saya bisa mengerti kenapa (Nadine-red.) dimenangkan. Mungkin memang ada unsur uji coba. Tapi jadi pelajaran berharga bahwa bukan hanya modal fisik saja. Mestinya membawa nilai-nilai lokal dan memperlihatkan eksotika timur agar ada peluang, Yang disesalkan Nadine terlalu Indo, bukan saya iri lho," papar Nurul.Perempuan yang juga aktif dalam memerangi AIDS di Indonesia ini lantas menyebut nama Anggun, dan Artika Sari Devi Puteri Indonesia 2005 yang masuk 15 besar di ajang Miss Universe 2005.Nurul juga mencontohkan perwakilan dari Jepang dalam Miss Universe 2006, Kurara Chibana yang walaupun mahir bersalsa tapi tetap tampil dengan salam membungkukkan badan khas Jepang nya.Kendati mengkritik YPI, perempuan kelahiran 18 Juli 1966 ini menunjukkan simpatinya pada Nadine. "Dia pasti sedang sangat down. Nadine yang sangat belia berani ke sana membela nama Indonesia. Eh belum kembali sudah dihujat. Jangan-jangan kalau ini terus berkelanjutan perempuan lain jadi takut ikut Puteri Indonesia," sergahnya. (dit/)











































