Duka Artis atas Tragedi Kanjuruhan: Sepakbola Tak Lebih Berharga dari Nyawa

ADVERTISEMENT

Duka Artis atas Tragedi Kanjuruhan: Sepakbola Tak Lebih Berharga dari Nyawa

Desi Puspasari - detikHot
Minggu, 02 Okt 2022 12:35 WIB
Police officers and soldiers stand amid tear gas smoke after clashes between fans during a soccer match at Kanjuruhan Stadium in Malang, East Java, Indonesia, Saturday, Oct. 1, 2022. Panic following police actions left over 100 dead, mostly trampled to death, police said Sunday. (AP Photo/Yudha Prabowo)
Tragedi Kanjuruhan. Foto: AP/Yudha Prabowo
Jakarta -

Pertandingan sepakbola Arema FC vs Persebaya Surabaya berakhir dengan kurusan antar suporter. Kejadian itu menelan ratusan korban jiwa.

Pertandingan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu (1/10/2022) berubah mencekam setelah Arema FC tumbang dengan skor 2-3. Suporter tuan rumah ka terima dan langsung meringsek masuk turun ke lapangan selepas laga.

Kondisi yang tak bisa lagi dikontrol membuat polisi melepas gais air mata dan suporter berdesakkan ke luar stadion. Sampai saat ini disebut ada 130 korban jiwa dan masih ada korban yang dalam penanganan.

Melihat kejadian ini, para artis turut berduka. Miris melihat ratusan korban jiwa bergeletakan hanya karena sepakbola. Para artis ramai-ramai mengunggah foto berlatar hitam dengan pita putih.

"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.. Tidak ada sepakbola lebih berharga dari nyawa Turut berduka cita :"(," tulis Atta Halilintar dilihat, Minggu (2/10/2022).

[Gambas:Instagram]

"Turut berduka cita .. Ini adalah tragedi besar untuk masyarakat Indonesia Tragedi besar untuk olahraga Indonesia 127 meninggal dunia Terlalu banyak keluarga yang ditinggalkan
Innalilahi wainnailaihirojiun..," tulis Baim Wong.

Krisdayanti, artis sekaligus anggota DPR RI juga menuliskan 'Tak Ada Sepakbola yang Seharga Nyawa.' Dirinya sangat berduka melihat tragedi yang terjadi di Kanjuruhan, Malang.

"Innalillahiwainnailihirajiun.
Dari lubuk hati yang paling dalam, saya turut berduka cita sedalam-dalamnya atas kejadian yang menimpa pecinta
sepak bola Tanah Air di Stadion Kanjuruhan, Malang.
Semoga 127 korban jiwa yg meninggal mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Aamiin yaAllah YRA," tulisnya.

[Gambas:Instagram]

Ibnu Jamil sebagai salah satu artis penggemar sepakbola mempertanyakan tentang tragedi ini. Ibnu Jami mempertanyakan, mau dibawa ke mana nasib sepak bola Indonesia masih terjadi seperti itu.

"Kerusuhan setelah Arema kalah dari Persebaya..sepakbola Indonesia mau kemana??? menunggu kata kata bijak pecinta sepakbola Indonesia," tulis Ibnu Jamil.

Melanie Subono juga memberikan komentar atas kejadian memilukan itu. Melanie Subono sepakat semua ada andil salah dan tidak bisa menyalahkan hanya kepada satu pihak.

"Gw setuju semua ada andil salah, gw ga setuju ini cuma tgg jwb satu pihak. Sahabat2 sayang, sambil kawal Gas air mata, PERBAIKKI KELAKUAN KITA YUK , Penggelar acara pun koreksi," buka Melanie Subono.

"Gak tau gw mau nanggapi apa,Sedih
SEMUA sama SALAHnya , jadi ga punya hak nuding 1 sisi doang.
Soal gas air mata , kl SALAH,JANJI gw akan ngawal sampai diproses
TAPI ...Liat Banyak sisi.
HARUS APA, GMN NGADEPIN SUPPORTER yang cuma sayang ama tim nya KALO MENANG? kalo kalah mobil orang lewatdi BAKAR?
"ADA ANAK dan IBU2 loh saat itu ditembakkan"
"Panita ngaco!" DLL
Nah Yang mulai kerusuhan apa mikri Kalau ada IBU2 dan ANAK2 saat mulai kerusuhan??
Semua jg tau Gw selalu berseberangan ya sama aparat, tp kalo gw jadi aparat jg nyerah ama supporter sih
Besok2 Game dikawal TENTARA aja skalian.
btw. gw Sering kena tembak gas air mata kok
Tapi harus gimana? Dikasih tau baik baik ga bisa .
Jangan mendadak jadi "aktivis" triak bahwa Gas air mata itu salah lah , HAM lah begitu ada kesempatan nyerang aparat...
Lah rusuh kl tiap kalah juga apa namanya? Rusuh mikir ga stadion itu isinya siapa aja?? mikir ga kalau KALAH ITU MUNGKIN dan JANGAN MARAH ?
PONAKAN GUE UMUR 3 taun aja bisa terima kekalahan lebih baik, Diajarin mak bapaknya
Im sooooo sorry ini terjadi . Apalagi gas air mata. Andai ga perlu . Apalagi diantaranya korban ada "Non Garis Keras" kebawa bawa jadi korban
jangan ngomel saat semua dilarang. Gw inget pada protes kenapa pada masanya bbrp band sempat sulit manggung dmana mana ,
Fans protes tanpa Mau belajar itu ya karna tingkah mereka semdiri yang selalu rusuh
Rumah Gw pernah kena sambitan supporter club bola yang baru pulang nonton... padahal itu supporter yang MENANG loh... salah gw apa ?
Tuntut perbaikan Kelakuan Aparat, tapi ya perbaikki juga KELAKUAN SUPORTER
Intinya, kalo lo MAU NYA MENANG doang, marah kalo kalah,
Adu Suit aja gih ato adu Bancet di got depan rumah
Jangan sebut diri SUPORTER yg arti nya SUPPORT/ kl mendukung pas menang tok
kalau club yg "ngakunya" lo support dilarang main, ngamuk jg??" tulis Melanie Subono dan meminta pengikutnya membaca dengan tenang.

Ben Kasyafani juga turut kecewa melihat pertandingan sepakbola 'dibayar' dengan nyawa.

"Marah dan kecewa
Pecah berbayar nyawa
Bukan mau menghakimi
Tapi tak bisa seperti ini lagi

Tolong, ini yang terakhir
Lapangan hijau tempat bahagia mengalir
Tempat Kami penonton di pinggir
bernyanyi dan bersyair

Doa pagi ini kami panjatkan
Minta pertolongan dan bimbingan
Untuk keluarga yang ditinggalkan
Tabah dan kuat diberikan

Berduka di Kanjuruhan," ungkapnya.

[Gambas:Instagram]

"BERDUKA UNTUK INSIDEN DI KANJURUHAN MALANG. MOHON PENYELIDIKAN MENYELURUH DAN EVALUASI ATAS TRAGEDI INI. KORBAN PULUHAN, ANAK KECIL, SUPPORTER DAN APARAT SEMUA MENJADI KORBAN MENINGGAL.
SEDIH BETUL, KOK JADI BEGINI.
SEMATKAN DOA UNTUK SEMUA KORBAN DAN YANG MENINGGAL DUNIA DI MALANG. PEDULI AMAT DENGAN RIVALITAS. KECEWA KARENA KALAH TIDAK HARUS MEMICU TRAGEDI SEMACAM INI. ITU SEMUA NYAWA MANUSIA! TIDAK SEHARUSNYA BEGINI," ungkap Arie Kriting.



Simak Video "Ben Kasyafani Ungkap Sienna Sangat Kehilangan Kakeknya "
[Gambas:Video 20detik]
(pus/dal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT