Meghan Markle 'Ditelanjangi' Habis-habisan

ADVERTISEMENT

Round-Up

Meghan Markle 'Ditelanjangi' Habis-habisan

Tim detikcom - detikHot
Senin, 26 Sep 2022 22:03 WIB
WINDSOR, ENGLAND - SEPTEMBER 10: Prince Harry, Duke of Sussex, and Meghan, Duchess of Sussex arrive on the long Walk at Windsor Castle arrive to view flowers and tributes to HM Queen Elizabeth on September 10, 2022 in Windsor, England. Crowds have gathered and tributes left at the gates of Windsor Castle to Queen Elizabeth II, who died at Balmoral Castle on 8 September, 2022. (Photo by Chris Jackson/Getty Images)
Meghan Markle diungkap aibnya. Getty Images/Chris Jackson
Jakarta -

Perlakuan Meghan Markle ke sejumlah staf kerajaan terungkap dalam sebuah buku bertajuk Courtiers: The Hidden Power Behind the Crown yang ditulis oleh Valentine Low. Dalam buku tersebut, Low mengungkap nama panggilan yang disematkan para staf untuk bintang Suits tersebut.

Berdasarkan pengakuan para staf kerajaan, Meghan Markle disebut kerap membuat mereka sakit hati. Banyak perlakuan Meghan Markle yang membuat staf ketakutan, seperti kerap memaki dan berbuat seenaknya.

Low pun mengungkap nama panggilan Meghan Markle yang diberikan oleh para staf kerajaan. Mereka menyebut ibu dua anak itu 'sosiopat yang narsis'.

"Semua orang tahu institusi ini akan dinilai dari kebahagiaan Meghan. Kesalahan yang mereka buat adalah berpikir bahwa Meghan ingin bahagia," ujar salah satu mantan staf dikutip oleh Low dalam bukunya.

"Meghan justru ingin ditolak. Karena ia terobsesi dengan narasi itu sejak hari pertama," lanjutnya.

Selain itu juga disebutkan kejadian sebelum Meghan Markle dan Pangeran Harry memutuskan untuk mundur dari tugas sebagai anggota Kerajaan Inggris.

Sebelum memutuskan mundur, Meghan Markle dan Pangeran Harry kerap menjalani tur kerajaan. Mereka beraktivitas selayaknya anggota kerajaan lain.

Namun ternyata Meghan Markle pernah protes soal segala tur kerajaan yang mereka jalani. Ia mengaku kaget tidak dibayar untuk melakukan tur tersebut.

"Aku tidak percaya aku tidak dibayar untuk ini semua," ujar Meghan Markle saat menjalani tur kerajaan pada 2018.

Hal tersebut diucapkan Meghan Markle beberapa bulan setelah resmi menikah dengan Pangeran Harry. Mereka menjalani tur dunia pertama sebagai suami-istri di Australia, Fiji, Tonga, dan Selandia Baru.

Kala itu, Meghan Markle dan Pangeran Harry memulai tur di Australia, Fiji, Tonga, dan Selandia Baru. Meghan Markle saat itu berhasil membuat kesan positif pada publik.

Namun di balik layar, semua dikatakan cerita yang berbeda.

"Walaupun Meghan Markle sangat menikmati perhatian yang ia terima, Meghan tak bisa memahami arti di balik perjalanan tersebut dan berjabat tangan dengan orang asing yang tak terhitung jumlahnya," tulis Low.

Tak hanya itu saja, Meghan Markle disebut-sebut ingin menjadi seperti Beyonce di Inggris setelah menikah dengan Pangeran Harry.

"Ku pikir Meghan merasa ia akan menjadi Beyonce di Inggris. Menjadi bagian dari keluarga kerajaan akan memberikannya keuntungan. Yang mana pada akhirnya ia menyadari ada begitu banyak aturan yang cukup konyol (untuknya) sehingga ia tak bisa melakukan hal-hal yang dibayangkannya," ungkapnya.

Jadi, apakah semua itu benar Meghan Markle?



Simak Video "Meghan Markle yang Lagi-lagi Langgar Protokol Kerajaan Inggris"
[Gambas:Video 20detik]
(ass/pus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT