ADVERTISEMENT

Pelonco Brutal Kerajaan Buat Meghan Markle

Tim detikcom - detikHot
Jumat, 23 Sep 2022 14:50 WIB
Meghan, Duchess of Sussex looks at the coffin of Queen Elizabeth II, draped in a Royal Standard and adorned with the Imperial State Crown and the Sovereigns orb and sceptre, as she leaves Westminster Abbey in London on September 19, 2022, after the State Funeral Service for Britains Queen Elizabeth II. (Photo by Oli SCARFF / AFP) (Photo by OLI SCARFF/AFP via Getty Images)
Meghan Markle saat meghadiri prosesi pemakaman Ratu Elizabeth II. Foto: AFP via Getty Images/OLI SCARFF
Jakarta -

Retaknya hubungan Pangeran Harry dan Meghan Markle dengan keluarga kerajaan Inggris sudah menjadi rahasia umum. Bahkan secara terang-terangan, bintang Suits tersebut beberapa kali menceritakan ketidakadilan yang diterimanya saat masih tinggal bersama keluarga kerajaan.

Segala pernyataan Meghan Markle tersebut seakan didukung oleh pengakuan Christina Oxenberg, keturunan bangsawan Serbia yang juga merupakan sepupu Raja Charles III dalam wawancaranya dengan The Post belum lama ini. Oxenberg menyebut perlakuan yang diterima oleh Meghan Markle juga dialami oleh mereka yang ingin masuk ke dalam lingkungan keluarga kerajaan.

"Kepada Meghan Markle, aku bilang, 'Yang kau alami adalah jenis peloncoan yang mengerikan,'" ungkap Christina Oxenberg.

"Kalau saja dia bisa bertahan di sana sedikit lagi, akan datang orang lain yang bisa menjadi sasaran selanjutnya. Tidak ada yang semudah itu diterima," lanjutnya.

Dilanjutkan oleh Christina Oxenberg, ia mengaku apa yang dialami oleh Meghan Markle sangat brutal. Perlakuan yang ia sebut sebagai peloncoan, terjadi lebih parah karena statusnya yang bukan kewarganegaraan Inggris.

"Mereka sangat keras. Mereka cukup keras pada orang asing," jelas Oxenberg.

"Ini bukan soal warna kulitmu. Ini semua terjadi karena dia orang asing," pungkasnya.

Mengenai penuturan Chrsitina Oxenberg, hingga kini pihak kerajaan Inggris masih belum angkat bicara.

Sebelumnya, Meghan Markle juga pernah membahas tentang perlakuan kerajaan Inggris yang tak bisa ia terima. Salah satunya ketika keluarga kerajaan sempat berniat tidak memberi perlindungan atau gelar pada sang putra, Archie, karena khawatir warna kulitnya akan seperti Meghan Markle yang merupakan keturunan Afrika-Amerika.

"Terdapat kekhawatiran tentang seberapa gelap kulit anakku ketika dia lahir," ungkap Meghan kepada Oprah kala itu.

Meghan Markle dan Pangeran Harry memutuskan pindah ke Amerika Serikat dua tahun setelah resmi menikah. Pangeran Harry juga memutuskan mundur sebagai anggota senior keluarga kerajaan dan memutuskan tidak akan terlibat dengan aktivitas kenegaraan.



Simak Video "Pangeran Harry Disebut Tahu Kematian Ratu Elizabeth dari Internet"
[Gambas:Video 20detik]
(dal/nu2)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT