ADVERTISEMENT

Kata Ustaz: Membunuh Kucing yang Mengganggu Bolehkah?

Tim detikcom - detikHot
Jumat, 19 Agu 2022 06:01 WIB
Kucing liar
Ilustrasi kucing. Foto: Bima Bagaskara
Jakarta -

Heboh soal Brigjen NA menembak kucing-kucing yang dianggap mengganggu di Sesko TNI. Apakah dalam Islam dibolehkan membunuh kucing?

Kucing termasuk sala satu hewan jinak yang juga kerap dipelihara oleh manusia. Atas tindakannya, Brigjen NA terancam Pasal 66 UU Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Juga Pasal 66A, Pasal 91B UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Kucing kerap dianggap bisa membawa sial, misalnya oleh orang yang tak sengaja menabrak hewan tersebut bila tak langsung menguburkan. Kucing juga menjadi salah satu binatang kesayangan Nabi Muhammad SAW.

Kata Ustaz melihat alasan dari Brigjen NA yang menembak kucing-kucing di Sesko TNI karena untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan di lingkungan tempat tinggal atau makan Perwira Sesko TNI dari banyaknya kucing liar.

Buya Yahya sempat membahas soal bolehkan membunuh kucing yang dianggap sudah mengganggu. Kata Ustaz juga mengutip nasihat Habib Usman bin Yahya soal kucing.

Berikut penjelasan lengkap Buya Yahya dilansir dari channel YouTube-nya Al Bahjah ketika menjawab pertanyaan dari jamaah, 'Kucing haram dibunuh, tapi karena jahat suka menerkam ayam dan mengganggu itu bagaimana apaka boleh?':

Sederhana. Binatang yang semula tidak boleh dibunuh baik secara kemakruhan atau yang tidak dianjurkan dibunuh, kalau mengganggu jadi beda kasusnya.

Menjadi boleh dibunuh karena mengganggu. Kucing adalah termasuk binatang jinak yang biasa dengan manusia. Maka kalau mengganggu, sama dengan yang lainnya. Kalau mengganggu, merusak, boleh dibunuh, misalnya (kucing) makan ayam (peliharaan), merusak, dapur, ya sudah.

Kalau diusir sudah dan balik lagi, ya dibunuh boleh. Karena apa? Karena mengganggu, karena mengganggunya itu. Kalau mengganggu betul, (boleh) bunuh karena mengganggu. (Dibunuh demi untuk) menjaga (hewan atau makhluk ciptaan Allah) yang lain.

Jangankan kucing. Orang saja kalau mengganggu kan nggak boleh. Kalau binatang boleh dibunuh kalau mengganggu. Apa lagi (binatang itu sudah) menyakiti.

Sedangkan Habib Usman bin Yahya dalam Islam itu Indah memberikan penjelasan sebagai berikut:

Tidak ada kesialan dalam semua kehidupan di dunia ini karena semua ada dalam ketentuan Allah SWT. Semua segala sesuatu di muka bumi ini mau hidup mati itu adalah kehendak Allah SWT.

Nabrak kucing nggak sengaja, nggak jadi masalah. Yang jadi masalah adalah kalau kucingnya bagus Ente diminta tanggung jawab. Kalau kucing biasa ya sudah Ente bungkus dan kubur.

Tidak ada dosa bagimu untuk perbuatan yang tidak disengaja. Tapi kalau ada niat sengaja untuk melakukan perbuatan hal tidak baik, terjadi sebuah dosa. Kalau tidak sengaja, ada kain dibungkus dipakai untuk mengubur.

Rasulullah SAW bersabda pernah ada seorang wanita, dia diazab karena seekor kucing. Dia kurung kucing tersebut sampai mati. Itu dosa besar. Tidak dikasih makan, tak dikasih minum, tidak dilepaskan. Ini adalah hal tidak baik. Ini yang diharamkan oleh Allah SWT karena perbuatan itu sendiri bisa masuk ke dalam neraka.



Simak Video "Alasan Kucing Kerap Menjilat Bulunya Sendiri"
[Gambas:Video 20detik]
(pus/wes)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT